Waspada, Pria Juga Rentan Terserang Uretritis!

Uretritis adalah istilah medis untuk menjelaskan kondisi di mana uretra, atau saluran yang dilewati urine dari kandung kemih keluar tubuh, mengalami peradangan

Alat kelamin manusia banyak memiliki kemungkinan atau risiko terjadinya masalah. Biasanya dikelompokkan ke dalam infeksi menular seksual (IMS) dan infeksi saluran kencing atau biasa disingkat ISK. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa dikelompokkan ke dalam dua golongan tersebut adalah uretritis.

Uretritis adalah istilah medis untuk menjelaskan kondisi di mana uretra, atau saluran yang dilewati urine dari kandung kemih keluar tubuh, mengalami peradangan. Siapa pun bisa mengalami kondisi ini, meski wanita cenderung lebih berisiko daripada pria. Namun, ada baiknya para pria juga harus mewaspadai kondisi ini.

Wanita lebih berisiko ketimbang pria lantaran kaum hawa memiliki uretra yang lebih pendek dari yang terdapat di dalam tubuh pria. Kondisi itu memungkinkan bakteri penyebab uretritis lebih mudah masuk dan menginfeksi uretra.

Peradangan di uretra biasanya akan membuat alat kelamin menjadi bengkak dan iritasi. Ketika kondisi itu sudah terjadi, si penderita akan mengalami keluhan pada setiap aktivitas yang melibatkan alat kelaminnya. Uretritis umumnya menyerang manusia yang tengah aktif secara seksual, yakni di rentang usia 20 hingga 35 tahun.

  • Apa yang Terjadi pada Alat Kelamin Pria saat Terserang Uretritis?

Hampir pasti pria akan merasakan sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil saat uretra mereka terserang uretritis. Selain itu, uretritis juga kerap membuat penis terasa gatal, nyeri tekan, hingga pembengkakan.

Kondisi tersebut jelas akan terasa dan mengganggu aktivitas seksual. Tidak sedikit pula uretritis akan menyebabkan urine dan sperma bercampur dengan darah. Segera cari pertolongan medis saat gejalanya telah merembet ke mana-mana. 

Pasalnya, uretritis sederhana tidak menyebabkan demam atau penyakit parah. Jika penyakit menyebar ke organ lain di saluran kelamin atau saluran kemih atau masuk ke aliran darah, indikasinya adalah sebagai berikut:

  • Sakit punggung
  • Sakit perut
  • Demam tinggi
  • Mual
  • Muntah
  • Sendi bengkak dan gejala penyakit lainnya di seluruh tubuh

Beberapa infeksi mungkin juga terkait dengan discharge (cairan) yang keluar dari penis. Ulkus yang menyakitkan pada alat kelamin dapat hadir dengan herpes uretritis, infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

  • Ubah Kebiasaan agar Para Pria Terhindar dari Uretritis

Secara umum uretritis disebabkan oleh kuman yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) atau kuman yang menyebabkan infeksi saluran kencing. Kedua jasad renik yang menginfeksi tersebut biasanya akan menimbulkan gejala dan kondisi yang serupa.

Bakteri atau kuman penyebab uretritis akan mudah masuk dan menginfeksi sejurus dengan aktivitas seksual yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, untuk dapat menghindari uretritis, seseorang harus pandai-pandai memilah dan memilih kebiasaan yang aman.

Beberapa kebiasaan yang dapat meminimalisir risiko terkena uretritis sebagai berikut:

  • Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Sebab, banyak bakteri penyebab uretritis dapat berpindah dari satu orang ke orang yang lainnya melalui hubungan seksual.
  • Berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan
  • Tidak bersanggama atau masturbasi secara kuat
  • Menjaga kesehatan saluran kemih 
  • Menjalani pemeriksaan saluran kemih secara rutin
  • Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang asam, untuk menghindari iritasi uretra
  • Memperbanyak asupan cairan 
  • Segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual
  • Sebisa mungkin hindari sabun, lotion, dan cologne, gel, atau bahan kimia lain yang digunakan untuk alat bantu seksual.

Apabila gejala yang terjadi pada organ reproduksi terjadi secara sporadis, atau pada saat-saat tertentu saja dan mudah hilang, sebaiknya para pria cukup mengganti pola kebiasaan mereka. Namun, sebaliknya, jika uretritis yang dirasakan sudah semakin mengkhawatirkan, segera datangi fasilitas kesehatan agar terhindar dari segala kemungkinan terburuk.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>