anak tagged posts

Tips Mendukung Tahapan Perkembangan Anak 13 Bulan

Melewati ulang tahun yang pertama, anak kini semakin cerdas dan tumbuh besar. Namun, ada kalanya perasaan takut berpisah seperti dulu semasa bayi masih menjadi masalah. Bagi anak, berpisah dengan ibu atau orangtuanya adalah hal yang paling tidak nyaman.

Untuk meredakan kecemasan karena berpisah dengan ibunya atau orangtuanya, Anda bisa mengikuti tips berikut:

  • Jika ibu harus pergi meninggalkan si kecil, tetap ikuti rutinitasnya, seperti jam makan dan jam tidur siang.
  • Jangan pernah menyelinap pergi. Balita akan semakin khawatir jika Anda akan tiba-tiba menghilang. Ucapkan selamat tinggal atau berpamitan jika akan pergi.
  • Mintalah pengasuh anak untuk mengalihkan perhatian anak saat Anda akan keluar rumah.
  • Saat Anda pulang, beri anak pelukan dan ciuman dan katakan bahwa Anda mencintai dan merindukannya.

Tahapan Perkembangan Anak 13 Bulan

Pada tahapan perkembangan anak 13 bulan, anak akan memiliki rasa ingin tahu yang lebih besar dan belajar berbagai hal yang ia temui. Melalui aneka permainan yang edukatif, anak juga akan mulai belajar antara lain:

  • Ketika tombol pada mainan ditekan, maka mainan akan berbunyi.
  • Ketika dia berbicara di telepon, akan muncul suara lain untuk menjawabnya.
  • Ketika dia membuat wajah lucu, orangtua atau orang lain akan tertawa.

Selain itu, untuk mendukung tahap perkembangan anak 13 bulan, berikut beberapa jenis aktivitas yang bisa dimainkan bersama si kecil:

  • Bermain peran misalnya memainkan wayang, boneka jari, atau boneka binatang dengan berbagai macam cerita.
  • Menirukan gerakan Anda. Misalnya, senam, menari, dan sebagainya.
  • Menyembunyikan mainan di tempat yang mudah dijangkau dan ditemukan anak, lalu minta anak untuk menemukannya.
  • Mendukung anak agar terus menjelajah dan berani mencoba hal-hal baru, namun tetap di bawah pengawasan Anda.

Tips Mendorong Perkembangan Anak 13 Bulan

Memasuki usia 1 tahun, anak akan berkembang sangat pesat. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan perkembangan anak 13 bulan:

  • Balita membutuhkan nutrisi berupa lemak dalam makanan mereka. Jadi, sajikan jenis makanan yang mengandung lebih banyak lemak dalam pola makanan sehat mereka, seperti, selai kacang, alpukat, dan hummus.
  • Biarkan anak bermain dan aktif. Dorong anak agar lebih banyak waktu bermain di luar rumah seperti berjalan, berlari, dan memanjat untuk memperkuat otot-ototnya.
  • Memperluas kosakata dan perbendaharaan kata anak dengan bernyanyi, membacakan buku dongeng, dan berbicara dengannya setiap hari.
  • Balita kadang sulit memberitahukan apa yang mereka rasakan saat sakit. Perhatikan seksama apakah anak Anda saat rewel menarik telinga atau sulit tidur.
  • Jika anak masih menyusu ASI, teruskan hingga usia 2 tahun. Pemberian makanan pendamping ASI juga harus dilakukan secara bertahap.
  • Sebelum memberikan obat pada anak, baca petunjuk label pada kemasan obat. Pastikan dosisnya sudah tepat sesuai usia dan berat badan balita.
More

4 Sikap Dasar yang Perlu Diajarkan kepada Anak Sejak Dini

Setiap orangtua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sopan santun dan beretika. Untuk mencapainya, orangtua harus berusaha untuk mendidik anak sejak dini dan secara tepat. Oleh karena itu, catat 4 sikap dasar yang perlu diajarkan kepada anak sejak dini agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang sopan santun dan beretika.

  1. Etika Meja Makan

Target Usia: Pada usia 3 tahun, anak sudah bisa duduk tertib dan makan dengan sendok dan garpu selama 15-20 menit. Jika mulut kotor, anak bisa menyeka mulut dengan tisu atau lap.

Apa yang harus Anda lakukan?

Sejak usia balita, terapkan cara mengajarkan anak sopan santun di meja makan, antara lain:

  • Tawarkan makanan anak dalam piring khusus
  • Dorong anak untuk menggunakan sendok/garpu
  • Larang anak untuk membuang makanan
  • Jika ingin menolak makanan, ajarkan untuk mengucapkan “tidak, terima kasih”
  • Jika selesai, ajarkan untuk membersihkan meja bersama-sama
  1. “Tolong” dan “Terima Kasih”

Target Usia: Bayi berusia 18 tahun mungkin sudah bisa mengucapkan kata “tolong” atau “terima kasih”, walaupun belum jelas dan tidak sepenuhnya mengerti maknanya. Pada usia 2,5 tahun, anak akan sudah mulai bisa mengerti konsep meminta bantuan dengan sopan dan mengucapkan terima kasih pada tempatnya.

Apa yang harus Anda lakukan?

Tidak ada yang namanya “terlalu dini” untuk memulai kebiasaan baik ini. Ingat kalau anak selalu memperhatikan gerak-gerik Anda, bukan? Sejak anak masih bayi, biasakan mengucapkan “tolong” dan “terima kasih” baik saat interaksi dengan bayi, sesama anggota keluarga, atau anggota masyarakat.

Jika anak belum juga memulai etika ini, dorong dengan mengingatkannya misalnya “Ayo bilang apa saat kita dibantu?” dan semacamnya.

  1. Berbagi

Target Usia: Pada sekitar usia 2 tahun, anak sudah akan mulai mengerti konsep berbagi dan menunggu giliran, walaupun dia mungkin tidak mau melakukannya sama sekali.

Apa yang harus Anda lakukan?

Banyak cara yang bisa dilakukan, namun orangtua dianjurkan untuk mempraktekkannya secara jelas di depan anak. Coba tips berikut ini untuk cara mengajarkan anak salah satu sikap dasar ini:

  • Membaca buku cerita dengan topik berbagi
  • Mulai mengajarkan konsep berbagi dan giliran sejak masih bayi, misalnya dengan teman, saudara, atau orangtua.
  • Memuji saat si kecil mau berbagi atau menunggu giliran dengan tertib
  • Jangan sering memberi label “milikmu” atau “milikku” untuk menghindari kelekatan.
  1. Meminta Maaf

Target Usia: Walaupun bayi berusia 18 bulan sudah mulai mengerti pemahaman dasar tentang empati, namun anak belum bisa mengerti mengapa dia harus meminta maaf. Pada usia 2,5-3 tahun, anak baru mulai akan memahami konsep minta maaf – tetapi bisa saja belum termotivasi, dihalangi ego, dan alasan lainnya, sehingga ia tidak melakukannya.

Apa yang harus Anda lakukan?

“Tularkan” empati kepada anak sejak dini sebagai panutan langsung, berikan pemahaman tentang pentingnya melihat situasi dari sudut pandang yang tidak egois, meredam emosi, dan peka terhadap keadaan sekitar.

Nah, mudah bukan cara mengajarkan anak sopan santun sejak dini. Walaupun terlihat sepele, namun bisa berdampak positif secara jangka panjang bagi si buah hati. Selamat mencoba!

More

Kenali dan Pahami Cara Mengatasi Dehidrasi pada Anak

Ibu yang bijak pasti tahu pentingnya menyajikan variasi makanan yang penuh nutrisi setiap hari. Tetapi, tahukah Anda kalau minuman juga tidak kalah pentingnya untuk kesehatan anak? Anak, terutama dalam masa perkembangan, tidak boleh kekurangan cairan. Bila asupan cairan tidak cukup, anak akan mengalami dehidrasi yang berpotensi mengundang komplikasi medis lainnya.

Cara mengatasi dehidrasi pada anak cukup mudah, yaitu selektif dalam mengatur menu minuman mereka. Menurut Lisa Asta, MD, seorang dokter anak di Walnut Creek, anak hanya boleh minum 2 jenis minuman, yaitu susu dan air putih.

Jika anak doyan mengonsumsi minuman manis atau malas meminum air putih, sudah saatnya Anda bertindak untuk menghindari mereka dari dehidrasi. Simak cara mengatasi dehidrasi pada anak yang tepat dan sehat dalam penjelasan berikut.

Manfaat Air & Takaran Tepat

Banyak kebaikan air yang bisa kita nikmati, seperti bebas kalori, pelepas dahaga, dan sekaligus membantu otot dan otak tetap segar.

Setiap anak memiliki takaran air putih yang berbeda-beda, sesuai usia, jenis kelamin, cuaca dan tingkat aktivitas mereka. Sebagai acuan, berikut adalah takaran air yang tepat sesuai usia anak:

  • Balita               : 2-4 gelas
  • 4-8 tahun         : 5 gelas
  • 9-13 tahun       : 7-8 gelas
  • 14 tahun ke atas: 8 -11 gelas

Jika anak baru selesai berolahraga atau bermain, mereka akan membutuhkan lebih banyak air. Sebelum atau sesudah bermain, berikan anak tambahan 2-3 gelas air. Saat istirahat, usahakan agar mereka menenggak 6-8 kali sebelum melanjutkan.

Untuk membuat minuman air putih lebih bervariasi, ibu boleh mencoba menambahkan buah seperti lemon, ceri, stroberi, dan lain-lain sesuai selera. Selain itu, sajikan juga buah-buahan atau sayuran yang tinggi kadar airnya, seperti semangka dan selada.

Manfaat Susu & Takaran Tepat

Susu adalah sumber kalsium dan nutrisi yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak-anak. Balita berusia di bawah 2 tahun harus mengonsumsi susu murni, kecuali jika ada keluhan berat badan. Setelah melewati usia 2 tahun, Anda boleh menggantinya dengan jenis rendah atau bebas lemak.

Target takaran susu untuk tiap anak berusia 1-9 tahun adalah sekitar 2 gelas setiap hari. Di atas usia tersebut, berikan sekitar 3 gelas per hari. Jika anak kurang doyan susu, gunakan tips ini untuk cara mengatasi dehidrasi pada anak:

  • Berikan sedotan lucu untuk memotivasinya
  • “Sisipkan” susu ke dalam masakan, misalnya sup jamur, sarapan sereal, dan sebagainya.
  • Berikan sedikit buah atau coklat sebagai pemanis

Jus Buah & Jenis Minuman Lainnya

Untuk minuman jus buah, berikan jus yang 100% murni buah-buahan tetapi batasi takarannya. Menurut The American Academy of Pediatrics, rekomendasi jus adalah tidak lebih dari 180 ml per hari untuk anak berusia 1-6 tahun, dan tidak lebih dari 360 ml untuk anak berusia di atas 7 tahun. Tujuan pembatasan ini karena jus juga memiliki kadar gula, terutama untuk jus olahan yang jarang mengandung jus murni dan hanya berupa pemanis buatan.

Selain jus, hindari juga minuman berikut ini dalam mengatasi dehidrasi pada anak Anda:

  • Soda
  • Minuman energi, kecuali sesekali jika anak berolahraga dan butuh cairan elektrolit tubuh. 
More

Pentingnya Orangtua Mengetahui Cara Mendidik Anak Berdasarkan Kepribadiannya

Menurut Harvey Karp, dokter anak sekaligus penulis “The Happiest Toddler on the Block”, jika bayi adalah malaikat, maka balita adalah manusia gua.

Balita adalah makhluk egosentris, labil, dan belum menyadari akan bahaya. Tidak mengherankan jika banyak orangtua yang merasa bingung dan belum siap memahami si kecil.

Itulah sebabnya, sangat penting bagi orangtua untuk mengetahui kepribadian dan temperamen anak untuk membantu mendidik mereka.

Cara Mendidik Anak Berdasarkan Kepribadiannya

Untuk membesarkan dan mendidik si kecil, orangtua perlu memahami apa saja macam-macam kepribadian anak.

Jenis Kepribadian Balita

Berikut adalah jenis kepribadian balita secara umum berdasarkan para ahil:

  1. Mudah dan periang, terlihat senang dan bahagia.
  2. Pemalu atau pendiam, sering berpikir dan tenang.
  3. Bersemangat, sangat lincah dan energik.

1. Tipe Mudah dan Periang

Sebagian besar anak memang bersikap ceria dan siap untuk menjalani hari yang baru. Mereka cenderung energik, aktif, mau menoleransi perubahan, dan pada dasarnya menyukai orang-orang atau lingkungan baru.

Tipe anak ini juga tidak mudah marah, tetapi menurut para ahli, mereka juga bukan tipe penurut. Cara mendidik anak berdasarkan kepribadian tipe ini adalah orangtua harus menggunakan akal sehatnya dengan memberikan anak beberapa peringatan.

Misalnya, ketika anak diajak ke tempat ramai atau kerumunan pasar, anak-anak tipe ini sangat membutuhkan perhatian ekstra dari orang tua. Jangan biarkan anak-anak tipe periang dan bahagia ini merasa terabaikan karena orang tua kurang meluangkan waktu berkualitas.

2. Tipe Pemalu dan Pendiam

Sekitar 15% anak memiliki sifat cenderung pemalu dan pendiam. Pada usia 9 bulan, bayi memang mudah tersenyum pada orang asing. Namun, ketika tumbuh menjadi anak-anak, mereka akan lebih pemalu dan enggan bertemu orang asing.

Cara mendidik anak berdasarkan kepribadian pemalu adalah bersikap lebih lembut dan tidak mengkritik terlalu keras. Penolakan atau sikap orangtua yang memarahi mereka justru membuat anak semakin takut dan tidak percaya diri.

Selain itu, orangtua juga perlu memastikan anak dengan kepribadian pemalu untuk menjaga rutinitas waktu. Karena umumnya, anak tipe pemalu tidak bisa terburu-buru atau diteriaki.

3. Tipe Bersemangat

Hampir 1 dari 10 balita adalah anak yang bersemangat, keras kepala, dan suka tantangan. Anak-anak berkepribadian bersemangat ini adalah anak-anak yang memiliki kelebihan.

Mereka cenderung lebih aktif, energik, impulsif, suka tantangan dan sensitif terhadap sesuatu.

Cara mendidik anak berdasarkan kepribadian tipe bersemangat adalah memperbanyak waktu agar anak bisa tetap aktif. Misalnya, dorong mereka untuk bermain di luar rumah.

Anak-anak yang aktif membutuhkan tempat untuk menyalurkan energi dan bermain sesuai suasana hati. Mereka juga membutuhkan tempat yang kuat agar merasa aman dan gembira.

Setiap Anak itu Unik

Tentunya, masih banyak tipe kepribadian anak lainnya yang dapat dijumpai di masyarakat. Namun, ketiga jenis kepribadian di atas dapat berfungsi sebagai panduan bagaimana cara mendidik anak berdasarkan kepribadian.

Anak-anak ibarat sebuah bunga. Ada banyak warna dan jenis yang berbeda, tetapi mereka sama-sama istimewa. Jadi, termasuk tipe manakah buah hati Anda? Pembahasan terkait parenting ini juga banyak ditemukan di web SehatQ yang merupakan salah satu healthcare online terbaru di Indonesia yang menyajikan info kesehatan, chat dengan dokter, serta berbagai layanan menarik lainnya.

More