Sebelum Minum Obat Maag, Pahami Gejala dan Penyebabnya

pahami gejala dan obat maag

Ketika merasa perutnya tidak enak hingga memberikan sensasi asam pada mulut, seseorang cenderung mendiagnosis dirinya sendiri terkena penyakit maag. Mengonsumsi obat maag pun kerap menjadi pilihan ketika kondisi tersebut dialami. Namun sayangnya, diagnosis maupun konsumsi obat tersebut berdasarkan keyakinannya sendiri, bukan karena hasil pemeriksaan medis. Obat maag yang dijual bebas dan dapat dibeli di mana saja menjadi salah satu pemicu seseorang dengan mudah mendiagnosis dirinya terkena penyakit maag dan meminum obat yang dianggap sesuai. 

Padahal, tak semua gejala tidak enak perut yang disertai rasa asam sampai mulut adalah penyakit maag. Dalam dunia medis, penyakit maag lebih dikenal sebagai gastroesophageal reflux. Ini merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi pada lambung dan dapat berujung pada peradangan. 

Anda baru dapat dikatakan menderita gastroesophageal reflux atau penyakit maag apabila mengalami gejala kenaikan asam lambung minimal dua kali tiap minggunya. Pada saat itulah, Anda baru bisa mengonsumsi obat maag yang sesuai anjuran dokter. Tentunya Anda perlu pula memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pemeriksaan perlu dilakukan khususnya apabila gejala-gejala ini kerap Anda alami. 

Gejala Penyakit Maag 

 Tidak sekadar sakit perut, penyakit maag memiliki beberapa gejala yang khas dibandingkan masalah pencernaan lain. Berikut ini adalah beberapa gejala umumnya. 

  • Mulas dan Terbakar 

Ketika asam lambung naik, Anda akan cenderung merasa mulas. Rasa mulas diikuti dengan rasa terbakar di dalam perut. Jika dibiarkan, rasa mulas tersebut lama-kelamaan akan naik sampai ke bagian dada dan menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih parah. 

  • Pahit di Mulut 

Mulut akan terasa pahit karena asam yang naik kembali dari lambung ke kerongkongan. Rasa pahit juga bisa terasa sampai ke hidung Anda. 

  • Kembung 

Para penderita penyakit asam lambung akan mudah mengalami kembung tanpa sebab. 

  • Cegukan 

Cegukan kerap dialami ketika tubuh kekurangan cairan. Namun ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, Anda akan kerap mengalami cegukan juga. 

  • Bersendawa 

Gejala penyakit maag lainnya adalah penderitanya akan sering bersendawa. Tidak hanya sehabis makan banyak, sendawa pada penderita penyakit maag juga akan sering muncul bahkan ketika ia sedang tidak melakukan aktivitas apapun. 

  • Kotoran Hitam 

Asam lambung yang berlebihan akan membuat iritasi dan peradangan pada lambung. Kondisi ini berpengaruh pada warna feses yang Anda keluarkan. Orang dengan penyakit maag cenderung mengeluarkan feses berwarna hitam. Jika penyakit maagnya sudah parah, besar kemungkinan fesesnya akan mengeluarkan darah. 

  • Suara Serak 

Asam lambung dapat naik hingga ke tenggorokan dan memengaruhi kualitas produksi suara Anda. Orang yang mengalami penyakit asam lambung cenderung memiliki suara serak dengan kondisi batuk yang menahun. 

Pemicu Penyakit Asam Lambung 

Penyakit asam lambung biasa dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak teratur dan sembarangan. Namun selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat menjebak Anda dalam kondisi penyakit ini. 

  • Obesitas 

Berat tubuh yang tidak ideal dan cenderung memiliki berat berlebih membuat bagian atas perut mengembung. Kondisi ini memudahkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan tiap kali seseorang habis mengonsumsi makanan atau minuman. 

  • Porsi Makan Berlebih 

Kapasitas lambung bukannya tanpa batas. Ketika Anda terbiasa menyantap makanan berlebih, lambung akan merasa terlalu penuh dan mengembalikan sebagian makanan lewat asam yang dinaikkan kembali ke kerongkongan. 

  • Makan Terlalu Malam 

kerja lambung akan melemah melewati pukul 7 malam. Ketika Anda memutuskan menyantap makanan pada jam di atas tersebut, Anda pun akan mudah mengalami kenaikan asam lambung. 

  • Diet Ketat 

Mungkin Anda berniat mencapai berat badan ideal dengan berdiet ketat dan sangat membatasi asupan makanan yang masuk. Namun karena tidak ada makanan yang masuk ke lambung untuk diolah, organ tubuh ini justru mengolah asamnya sendiri sehingga memicu kenaikan asam lambung. 

  • Kehamilan 

Perempuan yang tengah hamil cenderung mengalami kenaikan asam lambung dikarenakan bagian perut atas yang menggembung. 

  • Konsumsi Obat 

Kerap mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mengandung kadar asam tinggi, seperti aspirin, menimbulkan risiko penyakit asam lambung yang cukup besar. 

***

Jika sadar bahwa Anda kerap melakukan kegiatan yang berisiko menimbulkan penyakit asam lambung dan gejala-gejalanya sudah mulai terasa, sudah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter. Dari pemeriksaan jika memang benar menderita penyakit tersebut, Anda akan diresepkan obat maag yang sesuai. Mengonsumsi obat maag sembarangan justru bisa berakibat pada kerusakan ginjal.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>