Mengapa Obat Jerawat Alami Bisa Tidak Ampuh Bekerja?

Berbagai cara dilakukan agar jerawat di wajah hilang dengan cepat. Mulai dari pengobatan dokter kulit, perawatan klinik kecantikan, penggunaan produk komersial, sampai mencoba obat jerawat alami yang dibuat sendiri di rumah mungkin pernah dilakukan oleh pejuang jerawat.

Beberapa orang percaya, obat jerawat alami lebih aman digunakan dibandingkan dengan yang lainnya. Selain harganya yang lebih murah, senyawa yang terkandung di dalamnya dipercaya efektif menghilangkan jerawat. Namun, nyatanya terkadang obat ini tidak mampu ampuh bekerja mengatasi jerawat.

  1. Tidak dilakukan secara rutin

Semua jenis perawatan jerawat memerlukan perlakuan dan pemantauan secara rutin, termasuk perawatan menggunakan bahan alami sekalipun. Salah satu resep masker jerawat alami yaitu campuran bahan lemon, putih telur, madu, dan telur yang diaplikasikan ke wajah setiap malam hari. Jika tidak sesuai dengan anjuran rutin, maka khasiatnya juga tidak akan maksimal.

Sebuah penelitian menunjukkan, efek ekstrak teh hijau terhadap jerawat. Hasilnya membuktikan bahwa konsumsi ekstrak teh hijau sebanyak 3 kapsul sehari selama 30 hari dapat meringankan jerawat ringan hingga sedang. Hal tersebut membuktikan, tak hanya dalam bentuk masker, namun oral sekalipun juga membutuhkan konsumsi yang rutin untuk hasil terbaik.

  • Alat dan bahan yang digunakan tidak bersih

Kotoran yang menempel di wajah sangat mempengaruhi tumbuhnya jerawat. Pori-pori akan tersumbat dan minyak di lapisan kulit akan terperangkap menyebabkan berkumpulnya bakteri dan munculnya inflamasi. Oleh karena itu, pembuatan dan pengaplikasian obat jerawat alami harus bersih.

Saat meracik masker misalnya, pastikan bahan yang digunakan telah dicuci bersih,pisau bukan bekas memotong bahan dapur lain, serta kuas dan mangkok masker telah dicuci dikeringkan sebelum dipakai. Cuci tangan terlebih dahulu menggunakan sabun dan air mengalir. Jika ingin menyimpannya di kulkas, tutup dengan rapat dan hindari udara terbuka.

  • Makanan menjadi faktor lain pemicu jerawat

Meskipun telah menggunakan bahan-bahan alami sebagai obat jerawat, namun jika makanan merupakan pemicu utamanya, faktor tersebut harus diatasi terlebih dahulu. Beberapa makanan peyebab jerawat adalah makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi. Indeks glikemik tinggi meningkatkan peningkatan kadar glukosa darah dan meningkatkan produksi sebum di wajah.

Contoh makanan dengan indeks glikemik tinggi diantaranya gula, nasi putih, semangka, roti tawar putih, kripik jagung, biskuit, donat, wafel, corn flakes, cupcake, dan lain-lain. Indeks glikemik tergolong tinggi jika nilainya di atas 69.    

  • Pola hidup buruk

Olahraga memperlancar sistem peredaran darah serta meringankan inflamasi dalam tubuh. Inflamasi menyebabkan munculnya jerawat sehingga dengan olahraga risiko terjadinya inflamsi bisa berkurang. Olahraga juga mempu ‘membersihkan’ kulit. Saat olahraga, pori-pori terbuka dan sebum yang terperangkap bisa keluar tanpa menimbulkan peradangan.

Stres juga merupakan salah satu bentuk pola hidup yang buruk. Solusi yang paling tepat yakni mengurangi terjadinya stres seminimal mungkin. Stres memicu produksi hormon yang mampu meningkatkan kadar minyak pada kulit wajah.  

  • Hormon pemicu jerawat

Perempuan mengalami perubahan hormon secara fluktuatif dalam hidupnya. Terdapat fase-fase seperti menstruasi, menopause, hamil, atau terdapat kelainan seperti PCOS pada perempuan. Perubahan hormon dalam fase tersebut bisa memicu jerawat meskipun telah dirawat menggunakan obat jerawat alami.

Ada banyak hal yang menyebabkan obat jerawat alami tidak bekerja secara maksimal. Jerawat muncul karena berbagai faktor, ada baiknya memahami kondisi tubuh dan wajah terlebih dahulu sebelum memutuskan melakukan pengobatan jerawat.  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>