Mendeteksi Kanker Leher Oropharynx, Bagaimana Tanda Gejalanya?

Kanker menjadi penyakit yang patut diwaspadai, pada tahun 2018 kanker menjadi penyumbang kematian ke-2 terbesar di dunia. Sel-sel tubuh akan bermutasi menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali saat berubah menjadi sel kanker. 

kanker leher

Kanker bisa terjadi di organ tubuh mana saja termasuk leher, termasuk bagian oropharynx yang mungkin jarang sekali Anda dengar. Berikut ini penjelasan dan fakta mengenai kanker leher oropharynx

Oropharynx terletak di tengah tenggorokan, sementara tenggorokan memiliki panjang sekitar 5 cm yang berawal dari hidung sampai bagian atas trakea dan esofagus. Kanker oropharynx merupakan salah satu jenis kanker leher yang terdiri dari sel squamous carcinoma. Kanker jens ini banyak terjadi di negara berkembang. 

Tanda dan gejala

Berikut ini merupakan tanda dan gejala kanker oropharynx, namun perlu diketahui bahwa tanda dan gejala ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan acuan diagnosis utama kanker oropharynx. Tanda dan gejala ini bisa juga pertanda penyakit lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan dokter lebih lanjut untuk memastikan kemungkinan kanker oropharynx. 

  • Sakit tenggorokan yang terus menerus
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan membuka mulut secara lebar
  • Kesulitan menggerakkan lidah
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
  • Sakit telinga
  • Benjolan di bagian belakang mulut, tenggorokan, atau leher
  • Bercak putih di lidah atau dinding mulut
  • Batuk berdarah

Faktor risiko

Sebenarnya faktor risiko tidak bisa dijadikan acuan pasti penyebab terjadinya suatu penyakit. Namun, secara umum berikut merupakan faktor risiko kanker oropharynx:

  • Kebiasaan merokok lebih dari 10 bungkus setiap hari
  • Rutin mengonsumsi alkohol
  • Tertular Human Papillomavirus (HPV) khususnya tipe 16. HPV diduga merupakan faktor risiko penting penyebab kanker oropharynx
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker otak dan kanker leher lainnya
  • Kebiasaan mengunyah daun sirih yang menjadi kebiasaan orang Asia

Penting untuk diketahui, HPV biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, namun ternyata dapat juga menyebabkan kanker oropharynx. Hal tersebut disebabkan karena kemungkinan virus HPV yang menular melalui seks oral lalu virusnya bersembunyi di balik leher. Beberapa ada yang tidak berkembang menjadi kanker, beberapa bisa berkembang menjadi kanker tegantung sistem imun setiap orang. 

Pengobatan

Setelah tim dokter melakukan diagnosis dan pemeriksaan, maka akan dilakukan terapi dan pengobatan selanjutnya. Terapi dan pengobatan akan berbeda untuk masing-masing individu tergantung pada kondisi tubuh dan stage kanker. Berikut merupakan terapi dan pengobatan kanker oropharynx:

  • Operasi

Operasi ditujukan untuk mengangkat kanker yang dapat dilihat dan biasanya dapat dilakukan di semua stage kanker oropharynx. Setelah dilakukan operasi pengangkatan kanker, perawatan selanjutnya yaitu kemoterapi atau radiasi untuk memastikan sel-sel kanker benar-benar mati.

  • Radiasi

Terapi ini menggunakan mesin eksternal yang memancarkan sinar X energi tinggi atau jenis lainnya ke bagian tubuh yang terkena kanker. Hal ini ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. 

  • Kemoterapi

Kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel menggunakan obat atau injeksi cairan. Saat obat oral maupun suntikan masuk ke dalam tubuh, secara otomatis akan menuju sel kanker yang ditargetkan. 

  • Targeted therapy

Antibodi monoclonal merupakan target dari terapi ini. Berbeda dengan pengobatan radiasi atau kemoterapi, targeted therapy lebih fokus menyerang sel kanker sesuai terget sehingga sel normal di sekitarnya lebih aman. 

  • Imunoterapi 

Ini merupakan jeni perawatan dan pengobatan kanker baru. Prinsip dari terapi ini yaitu menggunakan sistem imun diri sendri untuk melawan kanker. Bahan-bahan terapi dapat dibuat menggunakan bantuan laboratorium ataupun secara alam dapat diproduksi tubuh dengan tujuan meningkatkan atau mengembalikan pertahanan tubuh alami. 

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>