Mencari Tahu Kelainan Pada Usus dengan Barium Enema

Dapat dikatakan, masalah pencernaan termasuk gangguan kesehatan yang sangat dekat dengan keseharian kita. Orang sangat familier dengan masalah-masalah pencernaan yang ringan, seperti perut kembung atau sulit buang air besar.

Akan tetapi, mungkin di antara Anda ada yang pernah mengalami nyeri perut dalam waktu cukup panjang atau mengalami penurunan berat badan tiba-tiba, di mana kedua hal tersebut tidak diketahui penyebabnya. Pada kasus demikian, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur barium enema.

Barium enema, apakah itu?

Barium enema merupakan jenis pemeriksaan sinar-X yang membuat dokter dapat melihat kondisi saluran pencernaan bawah atau usus besar. Prosedur ini melibatkan penggunaan kontras yang mengandung barium.

Cairan kontras yang berisi barium tersebut akan dimasukkan melalui anus, dengan bantuan enema. Cairan barium tersebut akan melapisi usus besar, sehingga ketika teknisi mengambil gambar rontgen, hasilnya akan lebih baik.

Mengapa demikian? Sebab barium membantu memperjelas beberapa bagian jaringan tertentu. Sinar-X yang dimanfaatkan dalam prosedur ini dikenal dengan fluoroscopy. Dokter radiologi dapat melihat keadaan organ dalam pasien dengan mengikuti alur barium dalam saluran pencernaan.

Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan dengan barium enema, jika mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada usus besar. Kelainan-kelainan yang ditandai dengan nyeri perut, diare atau konstipasi kronis, penurunan berat badan dengan alasan yang tidak jelas, perubahan pola buang air besar, hingga pendarahan rektal.

Prosedur ini biasanya membantu dokter menegakkan diagnosis untuk beberapa penyakit, antara lain polip usus besar, irritable bowel syndrome,kanker usus, atau radang usus besar, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

Prosedur barium enema dan persiapannya

Ketika akan menjalani pemeriksaan barium enema, dokter akan meminta Anda untuk mengosongkan usus besar. Bisa saja dokter memberikan Anda pencahar, agar seluruh zat yang ada di dalam usus besar dapat dikeluarkan. Sebab keberadaan zat-zat sisa metabolisme dapat mengganggu pemeriksaan.

Anda juga tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan apa pun minimal 8 jam sebelum pemeriksaan. Konsumsi cairan masih diperbolehkan, namun terbatas hanya cairan yang bening saja, seperti air putih atau air kaldu. Hal ini untuk memastikan usus Anda benar-benar bersih, sehingga tidak akan ada zat yang muncul dalam pemeriksaan.

Pemeriksaan barium enema hanya dapat dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain dengan peralatan yang memadai. Sebelum prosedur dimulai, biasanya Anda akan diminta untuk berganti dengan pakaian rumah sakit dan melepas semua perhiasan atau aksesoris berbahan logam yang Anda kenakan. Bahan logam dapat memengaruhi pemeriksaan dengan sinar-X.

Petugas atau teknisi akan melakukan rontgen terlebih dahulu untuk memastikan bahwa usus besar Anda sudah benar-benar bersih. Kadang bagian rektal juga diperiksa untuk memastikan kebersihannya.

Bila sudah yakin kondisi dubur dan usus besar pasien bersih, maka dokter akan memasukkan sebuah tube kecil yang berisi cairan barium melalui dubur. Dokter juga akan memasukkan udara ke dalam usus, setelah cairan barium dimasukkan. Hal ini dilakukan bila prosedur yang dijalani adalah prosedur double contrast atau air contrast.

Cairan barium yang masuk ke dalam usus mungkin akan menimbulkan perasaan ingin mengejan, namun Anda perlu berusaha tetap tenang dan menahan keinginan tersebut. Cobalah menarik napas dalam.

Anda mungkin akan diminta untuk berubah posisi agar petugas dapat memastikan bahwa seluruh bagian usus telah dilapisi oleh cairan barium. Selanjutnya, Anda akan diminta menahan napas, sementara teknisi mengambil gambar rontgen.

Hasil pemeriksaan ini akan diinterpretasi oleh dokter radiologi dan disampaikan kepada dokter yang merawat Anda. Hasil pemeriksaan barium enema yang negatif berarti tidak ada kelainan yang ditemukan. Sebaliknya, jika hasilnya positif, artinya dokter radiologi menemukan kelainan pada usus besar.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>