Inilah Bahaya Gluten bagi Penderita Autoimun

Kondisi autoimun menjadi semakin populer setelah beberapa artis diberitakan mengalami kondisi ini. Kasus auotimun memang ada banyak sekali, jenisnya juga sangat beragam. Para ahli pun belum bisa menemukan obatnya sampai sekarang karena penyebab penyakit ini karena sistem imun menyerang sel-sel sehatnya sendiri.

Autoimun bisa dikontrol dengan cara menjalani pola hidup sehat termasuk melakukan diet makanan dan minuman, salah satunya menghindari kandungan gluten yang terdapat pada makanan dan minuman.

Gluten dan autoimun

Gluten terkandung pada serealia gandum dan produk olahannya. Tepung terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan sehingga semua produk yang mengandung tepung terigu bisa dipastikan mengandung gluten. Sebanyak 80% dari protein gandum terdiri dari gluten. Saat ini konsumsi gandum semakin hari semakin meningkat bahkan kebutuhan konsumsinya pada tahun 2019 melebihi konsumsi beras.

Sistem imun yang seharusnya menjaga tubuh, pada penderita autoimun justru menyerang sel-sel sehatnya sendiri layaknya bakteri atau virus. Penyakit Celiac merupakan salah satu jenis autoimun yang mengharuskan penderitanya menghindari konsumsi gluten atau diet gluten-free.

Saat penderita mengonsumsi produk gluten, maka sistem imun secara otomatis akan menyerang usus halus, tepatnya di bagian fili atau jonjot usus. Akibatnya usus halus mengalami kerusakan dan mengganggu penyerapan zat gizi lainnya.

Apabila penyakit Celiac tidak ditangani dan diobati, maka akan mengakibatkan berbagai penyakit komplikasi lain yang lebih berbahaya seperti diabetes tipe 1, dermatitis, anemia, osteoporosis, hingga kanker saluran pencernaan.

Diet gluten-free

Diet gluten-free harus dilakukan seumur hidup oleh penderita autoimun jenis Celliac. Prinsipnya, hindari makanan yang mengandung gandum dan jenis produk olahannya. Saat ini telah dikembangkan bahan pangan lokal sebagai substitusi gandum, beberapa contoh diantaranya yaitu jagung, singkong, atau sagu yang dapat diolah menjadi olahan yang mirip dengan produk gandum.

Saat ini telah banyak produk makanan yang memiliki klaim gluten-free sehingga aman dikonsumsi penderita autoimun penyakit Celiac. Pilihan bahan pangan lain yang bisa dikonsumsi yakni daging-dagingan, ikan, buah dan sayur, beras, kentang, atau kacang lentil.

Tak hanya produk olahan makanan, beberapa produk minuman ternyata juga harus dihindari saat melakukan diet gluten-free. Minuman tersebut terdiri dari barley squashes dan berbagai jenis bir keras, bir ringan, bir hitam, atau bir putih. Setelah melakukan diet glute-free, penderita akan merasa sehat dan dalam kondisi lebih baik.

Butuh waktu selama 6 bulan sampai 5 tahun atau lebih sampai benar-benar sembuh setelah penderita tidak melakukan diet gluten-free untuk memperbaiki kerusakan usus halus. Jika tidak kunjung sembuh meskipun telah melakukan diet ini, sebaiknya konsultasikan ke ahli gizi.  

Haruskah melakukan diet gluten-free pada pasien non-Celiac?

Anggapan bahwa diet gluten-free merupakan diet sehat yang harus dilakukan agaknya kurang tepat. Sebab sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi gluten yang artinya mengonsumsi gandung dan berbagai jenis olahannya, berhubungan dengan penurunan kejadian penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, untuk orang tanpa autoimun penyakit Celiac atau orang yang tidak mempunyai sensitifitas gluten dianjurkan untuk tidak melakukan diet gluten-free.

Akan tetapi, jika seseorang melakukan diet gluten-free dengan tujuan untuk menghindari penyakit kardiobaskuler juga tidak disarankan. Pasalnya, penyakit kardiovaskuler disebabkan oleh banyak faktor.

Bahaya gluten tidak bisa disamaratakan untuk di setaip kondisi. Bahkan terkadang konsumsi gluten bisa mendatangkan manfaat karena produk gandum sendiri juga baik untuk kesehatan. Jika mendapati tanda dan gejala yang mengganggu setelah mengonsumsi gluten, ada baiknya konsultasikan kepada dokter dan ahli gizi.  

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>