Dianggap Biasa, Khasiat Daun Sendok Ternyata Luar Biasa

Mungkin beberapa dari Anda semua masih ada yang merasa asing dengan tanaman ini. Yaps, daun sendok adalah tanaman tradisional yang telah lama dimanfaatkan sebagai obat oleh nenek moyang secara turun-temurun.

Di Indonesia, daun sendok tumbuh dengan melimpah dan mudah mendapatkannya. Tanaman ini banyak terdapat di daerah perkebunan teh atau karet, tepi jalan, parit atau selokan, atau bahkan tumbuh secara liar di hutan. Tidak heran, tanaman ini sering dianggap sebagai gulma, padahal banyak khasiat luar biasa yang tersimpan di dalamnya.

Apa saja manfaat daun sendok untuk tubuh?

Daun sendok mengandung senyawa kimia yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Zat aktif yang terkandung di dalamnya meliputi senyawa alkaloid, flavonoid, iridoid glyside, triterpenoid, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai antioksidan yang baik di dalam tubuh. Berikut khasiat luar biasa daun sendok untuk kesehatan tubuh.

  • Menurunkan kadar gula darah.

Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme di mana kelenjar pankreas tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup atau resistensi insulin di dalam tubuh. Akibatnya, kadar gula darah (glukosa) meningkat dan tidak terkontrol. Lama-kelamaan, glukosa yang meningkat dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas yang banyak dan menumpuk di alam darah. Radikal bebas berbahaya, karena merusak sel-sel tubuh. Kondisi ini disebut juga dengan stres oksidatif.

Daun sendok dilaporkan memiliki efek antidiabetik dan hipoglikemik yang baik untuk mengontrol kadar gula darah. Aktivitas antioksidan yang tinggi pada daun sendok ampuh menetralisir senyawa-senyawa radikal bebas yang menumpuk di dalam tubuh. Alhasil, tubuh terhindar dari kondisi stres oksidatif.  

  • Mengatasi diare.

Diare adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan gerak peristaltik usus yang berlebihan. Seseorang dikatakan mengalami diare apabila frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali dalam waktu 24 jam. Tekstur feses penderita diare pun cenderung lembek dan cair.  

Menurut penelitian Sundari et al. (2015), daun sendok memiliki efek sebagai antidiare, meskipun lebih kecil dibandingkan obat diare Loperamide. Hasil penelitian tersebut juga memperlihatkan bahwa ekstrak daun sendok dapat mengurangi frekuensi diare dan memperbaiki konsistensi feses.

Tanaman yang disebut juga dengan daun urat ini memiliki senyawa-senyawa antidiare, seperti tanin yang bekerja sebagai adstringen. Sementara, senyawa papaverin, glikosida, alkaloid, dan minyak atsiri memiliki sifat antidiare yang dapat menekan gerakan peristaltik usus.

  • Mempercepat proses penyembuhan luka.

Daun sendok juga terbukti dapat mempersingkat waktu terjadinya perdarahan. Aktivitas ini disebut juga dengan hemostasis. Dalam mekanismenya, hemostasis terbagi menjadi 3 tahap, yaitu penyempitan (konstriksi) pembuluh darah, pembentukan trombosit, dan pembekuan (koagulasi) darah. Proses hemostasis inilah awal dari penyembuhan luka.

Menurut penelitian Kainde et al. (2016) dalam Jurnal e-GiGi (eG) menunjukkan bahwa ekstrak daun sendok dapat mempersingkat waktu perdarahan. Hal ini bisa terjadi karena adanya kandungan flavonoid dan tanin, sehingga mempercepat proses hemostasis dalam penyembuhan luka.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh.

Peran daun sendok untuk meningkatkan daya tahan tubuh telah dikaitkan dengan kemampuannya sebagai anti-inflamasi dan mencegah penyakit infeksi atau kanker. Merujuk pada jurnal Phytotherapy Research (2001), ekstrak daun sendok mengandung agen yang berpotensi untuk imunitas tubuh, seperti flavonoid dan tanin. Senyawa-senyawa inilah yang diduga dapat menstimulasi ketahanan sel-sel limfosit dalam melawan zat-zat asing yang masuk ke tubuh.

Inilah 4 khasiat yang dapat diberikan oleh tanaman daun sendok. Hanya saja, Anda tetap perlu berhati-hati dalam mengonsumsi tanaman obat ini. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan anafilaksis, seperti hipotensi, ruam, mulut bengkak, mual, muntah, pusing, dan tubuh lemas. Oleh sebab itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda ingin mengonsumsinya untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>