Category Penyakit

Alasan Inkompabilitas ABO Jadi Pemicu Sakit Kuning

Merupakan sebuah kondisi yang muncul karena seseorang menerima darah berbeda dengan golongan darah yang dimilikinya disebut dengan inkompabilitas ABO. Kondisi ini memicu reaksi sistem imun, hingga menimbulkan gejala fisik seperti penyakit kuning atau ikterus, pusing hingga menyebabkan seseorang mengalami sesak napas.

Kondisi akan lebih baik jika ditangani dengan segera, namun jika tidak segera ditangani maka kondisi tersebut akan meningkatkan risiko komplikasi seperti penggumpalan darah, gagal jantung hingga menurunnya tekanan darah. Keadaan ini jarang terjad karena sebelum transfusi darah, pendonor dan penerima akan dicocokkan terlebih dahulu golongan darahnya.

Inkompabilitas ABO Pemicu Sakit Kuning

Kondisi ini disebut juga dengan rhesus bisa memicu munculnya penyakit kuning dikarenakan hancurnya sel-sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh diri atau juga bisa disebut dengan gangguan autoimun. Kondisi ini membuat bilirubin, pigmen berwarna kecokelatan dalam darah hingga menjadi pecah dan menyebar.

Apabila bilirubin terlalu banyak, kulit dan bagian putih mata atau sklera akan tampak menguning, kondisi inilah yang disebut sebagai penyakit kuning. Selain itu, penyakit kuning juga bisa terjadi akibat reaksi alergi transfusi, yakni sebuah kondisi ketika tubuh mengalami alergi terhadap darah yang diterima saat melakukan donor darah.

Ketika reaksi transfusi terjadi, sel-sel darah merah justru akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Kondisi ini mirip saat seseorang mendapatkan darah yang tidak sesuai, berikut ini beberapa penyebab yang menimbulkan inkompabilitas lain yang perlu diketahui, kondisi ini juga sekaligus menjadi penyebab munculnya penyakit kuning.

  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan di saluran empedu, seperti batu empedu, kanker pankreas, kanker empedu dan striktur bilier.
  • Kerusakan yang terjadi pada organ hati dan diakibatkan hepatitis, sirosis, mononucleois dan penyakit hati lainnya.
  • Kolesistitis, merupakan peradangan yang terjadi pada kantong empedu, selain kulit dan mata menguning, kondisi ini juga ditandai dengan rasa nyeri, mua dan muntah.
  • Penyakit turunan seperti sindrom gilbert, penyakit ini memengaruhi fungsi hati dalam memproses bilirubin.
  • Kerusakan pada sel darah merah yang diakibatkan penyakit anemia sel sabit, erytrhoblastosis fetalis dan anemia hemolitik.
  • Efek samping dari mengonsumsi obat seperti antibiotik, pil KB, diazepam, flurazepam, phenytoin dan indomethacin.

Beberapa kondisi di atas merupakan pemicu terjadinya penyakit kuning karena adanya donor darah yang kurang tepat. Jika seseorang memiliki keluhan atau gejala yang mirip dengan beberapa yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli. Konsultasi diperlukan agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengobatan Inkompabilitas ABO

Apabila pasien terbukti menderita penyakit ini, dokter akan memasukkan pasien ke ruang rawat intensif atau ICU. Penanganan yang akan diberikan kepada pasien disesuaikan dengan gejala yang muncul, tujuannya untuk mencegah terjadinya gagal jantung, penggumpalan darah dan menurunkan tekanan darah.

Jika gejala yang muncul adalah ikterus, maka penanganan yang bisa dilakukan dapat dilakukan dengan pemberian imonuglobulin suntik dan phototherapy atau terapi cahaya. Terapi cahaya ini menggunaka cahaya khusus yang membuat bilirubin lebih mudah dikeluarkan tubuh baik melalui urine dan tinja.

Inkompabilitas ABO yang menimbulkan ikterus tidak semuanya membutuhkan penanganan intensif, ikterus juga dapat ditangani dengan cara yang sederhana. Misalnya makan dengan lebih banyak, dengan makan aktivitas dalam usus juga akan meningkat sehingga zat yang menyebabkan ikterus atau bilirubin juga akan semakin banyak keluar dari tubuh.

More

Inilah Bahaya Gluten bagi Penderita Autoimun

Kondisi autoimun menjadi semakin populer setelah beberapa artis diberitakan mengalami kondisi ini. Kasus auotimun memang ada banyak sekali, jenisnya juga sangat beragam. Para ahli pun belum bisa menemukan obatnya sampai sekarang karena penyebab penyakit ini karena sistem imun menyerang sel-sel sehatnya sendiri.

Autoimun bisa dikontrol dengan cara menjalani pola hidup sehat termasuk melakukan diet makanan dan minuman, salah satunya menghindari kandungan gluten yang terdapat pada makanan dan minuman.

Gluten dan autoimun

Gluten terkandung pada serealia gandum dan produk olahannya. Tepung terigu berasal dari biji gandum yang dihaluskan sehingga semua produk yang mengandung tepung terigu bisa dipastikan mengandung gluten. Sebanyak 80% dari protein gandum terdiri dari gluten. Saat ini konsumsi gandum semakin hari semakin meningkat bahkan kebutuhan konsumsinya pada tahun 2019 melebihi konsumsi beras.

Sistem imun yang seharusnya menjaga tubuh, pada penderita autoimun justru menyerang sel-sel sehatnya sendiri layaknya bakteri atau virus. Penyakit Celiac merupakan salah satu jenis autoimun yang mengharuskan penderitanya menghindari konsumsi gluten atau diet gluten-free.

Saat penderita mengonsumsi produk gluten, maka sistem imun secara otomatis akan menyerang usus halus, tepatnya di bagian fili atau jonjot usus. Akibatnya usus halus mengalami kerusakan dan mengganggu penyerapan zat gizi lainnya.

Apabila penyakit Celiac tidak ditangani dan diobati, maka akan mengakibatkan berbagai penyakit komplikasi lain yang lebih berbahaya seperti diabetes tipe 1, dermatitis, anemia, osteoporosis, hingga kanker saluran pencernaan.

Diet gluten-free

Diet gluten-free harus dilakukan seumur hidup oleh penderita autoimun jenis Celliac. Prinsipnya, hindari makanan yang mengandung gandum dan jenis produk olahannya. Saat ini telah dikembangkan bahan pangan lokal sebagai substitusi gandum, beberapa contoh diantaranya yaitu jagung, singkong, atau sagu yang dapat diolah menjadi olahan yang mirip dengan produk gandum.

Saat ini telah banyak produk makanan yang memiliki klaim gluten-free sehingga aman dikonsumsi penderita autoimun penyakit Celiac. Pilihan bahan pangan lain yang bisa dikonsumsi yakni daging-dagingan, ikan, buah dan sayur, beras, kentang, atau kacang lentil.

Tak hanya produk olahan makanan, beberapa produk minuman ternyata juga harus dihindari saat melakukan diet gluten-free. Minuman tersebut terdiri dari barley squashes dan berbagai jenis bir keras, bir ringan, bir hitam, atau bir putih. Setelah melakukan diet glute-free, penderita akan merasa sehat dan dalam kondisi lebih baik.

Butuh waktu selama 6 bulan sampai 5 tahun atau lebih sampai benar-benar sembuh setelah penderita tidak melakukan diet gluten-free untuk memperbaiki kerusakan usus halus. Jika tidak kunjung sembuh meskipun telah melakukan diet ini, sebaiknya konsultasikan ke ahli gizi.  

Haruskah melakukan diet gluten-free pada pasien non-Celiac?

Anggapan bahwa diet gluten-free merupakan diet sehat yang harus dilakukan agaknya kurang tepat. Sebab sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi gluten yang artinya mengonsumsi gandung dan berbagai jenis olahannya, berhubungan dengan penurunan kejadian penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, untuk orang tanpa autoimun penyakit Celiac atau orang yang tidak mempunyai sensitifitas gluten dianjurkan untuk tidak melakukan diet gluten-free.

Akan tetapi, jika seseorang melakukan diet gluten-free dengan tujuan untuk menghindari penyakit kardiobaskuler juga tidak disarankan. Pasalnya, penyakit kardiovaskuler disebabkan oleh banyak faktor.

Bahaya gluten tidak bisa disamaratakan untuk di setaip kondisi. Bahkan terkadang konsumsi gluten bisa mendatangkan manfaat karena produk gandum sendiri juga baik untuk kesehatan. Jika mendapati tanda dan gejala yang mengganggu setelah mengonsumsi gluten, ada baiknya konsultasikan kepada dokter dan ahli gizi.  

More

Mendeteksi Kanker Leher Oropharynx, Bagaimana Tanda Gejalanya?

Kanker menjadi penyakit yang patut diwaspadai, pada tahun 2018 kanker menjadi penyumbang kematian ke-2 terbesar di dunia. Sel-sel tubuh akan bermutasi menjadi abnormal dan tumbuh tidak terkendali saat berubah menjadi sel kanker. 

kanker leher

Kanker bisa terjadi di organ tubuh mana saja termasuk leher, termasuk bagian oropharynx yang mungkin jarang sekali Anda dengar. Berikut ini penjelasan dan fakta mengenai kanker leher oropharynx

Oropharynx terletak di tengah tenggorokan, sementara tenggorokan memiliki panjang sekitar 5 cm yang berawal dari hidung sampai bagian atas trakea dan esofagus. Kanker oropharynx merupakan salah satu jenis kanker leher yang terdiri dari sel squamous carcinoma. Kanker jens ini banyak terjadi di negara berkembang. 

Tanda dan gejala

Berikut ini merupakan tanda dan gejala kanker oropharynx, namun perlu diketahui bahwa tanda dan gejala ini tidak sepenuhnya bisa dijadikan acuan diagnosis utama kanker oropharynx. Tanda dan gejala ini bisa juga pertanda penyakit lainnya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan dokter lebih lanjut untuk memastikan kemungkinan kanker oropharynx. 

  • Sakit tenggorokan yang terus menerus
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan membuka mulut secara lebar
  • Kesulitan menggerakkan lidah
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
  • Sakit telinga
  • Benjolan di bagian belakang mulut, tenggorokan, atau leher
  • Bercak putih di lidah atau dinding mulut
  • Batuk berdarah

Faktor risiko

Sebenarnya faktor risiko tidak bisa dijadikan acuan pasti penyebab terjadinya suatu penyakit. Namun, secara umum berikut merupakan faktor risiko kanker oropharynx:

  • Kebiasaan merokok lebih dari 10 bungkus setiap hari
  • Rutin mengonsumsi alkohol
  • Tertular Human Papillomavirus (HPV) khususnya tipe 16. HPV diduga merupakan faktor risiko penting penyebab kanker oropharynx
  • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker otak dan kanker leher lainnya
  • Kebiasaan mengunyah daun sirih yang menjadi kebiasaan orang Asia

Penting untuk diketahui, HPV biasanya ditularkan melalui hubungan seksual, namun ternyata dapat juga menyebabkan kanker oropharynx. Hal tersebut disebabkan karena kemungkinan virus HPV yang menular melalui seks oral lalu virusnya bersembunyi di balik leher. Beberapa ada yang tidak berkembang menjadi kanker, beberapa bisa berkembang menjadi kanker tegantung sistem imun setiap orang. 

Pengobatan

Setelah tim dokter melakukan diagnosis dan pemeriksaan, maka akan dilakukan terapi dan pengobatan selanjutnya. Terapi dan pengobatan akan berbeda untuk masing-masing individu tergantung pada kondisi tubuh dan stage kanker. Berikut merupakan terapi dan pengobatan kanker oropharynx:

  • Operasi

Operasi ditujukan untuk mengangkat kanker yang dapat dilihat dan biasanya dapat dilakukan di semua stage kanker oropharynx. Setelah dilakukan operasi pengangkatan kanker, perawatan selanjutnya yaitu kemoterapi atau radiasi untuk memastikan sel-sel kanker benar-benar mati.

  • Radiasi

Terapi ini menggunakan mesin eksternal yang memancarkan sinar X energi tinggi atau jenis lainnya ke bagian tubuh yang terkena kanker. Hal ini ditujukan untuk membunuh sel-sel kanker atau menghambat pertumbuhannya. 

  • Kemoterapi

Kemoterapi bertujuan membunuh sel-sel kanker dengan cara menghentikan pembelahan sel menggunakan obat atau injeksi cairan. Saat obat oral maupun suntikan masuk ke dalam tubuh, secara otomatis akan menuju sel kanker yang ditargetkan. 

  • Targeted therapy

Antibodi monoclonal merupakan target dari terapi ini. Berbeda dengan pengobatan radiasi atau kemoterapi, targeted therapy lebih fokus menyerang sel kanker sesuai terget sehingga sel normal di sekitarnya lebih aman. 

  • Imunoterapi 

Ini merupakan jeni perawatan dan pengobatan kanker baru. Prinsip dari terapi ini yaitu menggunakan sistem imun diri sendri untuk melawan kanker. Bahan-bahan terapi dapat dibuat menggunakan bantuan laboratorium ataupun secara alam dapat diproduksi tubuh dengan tujuan meningkatkan atau mengembalikan pertahanan tubuh alami. 

More
obat metformin untuk penderita diabetes

Seberapa Efektifkah Obat Metformin untuk Penurunan Berat Badan?

Obat metformin merupakan jenis obat yang mungkin pertama kali direkomendasikan oleh dokter untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2. Obat ini telah terbukti dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan membantu kinerja hormon insulin lebih baik lagi di dalam tubuh. Namun, ada juga yang menyatakan bahwa obat metformin dapat membantu penurunan berat badan. Apakah obat ini benar-benar efektif untuk menurunkan berat badan? Yuk, simak di bawah ini!

Alasan obat metformin untuk turun berat badan

Dilansir dari WebMD, ada pula beberapa penelitian yang menghasilkan penurunan berat badan pada orang yang mengonsumsi obat metformin. Hasil tersebut memang berbeda dengan kebanyakan penelitian yang ada, di mana menghasilkan penambahan berat badan. Oleh karena itu, obat metformin dapat membantu mencegah diabetes pada orang yang overweight atau obesitas dan berisiko tinggi mengalami diabetes tipe 2. Namun ingat, obat metformin tidak dianggap sebagai pil penurun berat badan.

Cara kerja obat metformin

Begitu obat metformin dikonsumsi, obat ini mulai bekerja di usus. Para ahli meyakini obat metformin dapat mengubah keseimbangan bakteri alami dalam sistem pencernaan dan mengaktifkan enzim spesifik yang membantu tubuh menggunakan lemak lebih efektif.

Melihat kerja obat metformin dengan mengubah keseimbangan bakteri di usus, sehingga timbullah masalah pencernaan sebagai efek samping yang umum terjadi. Teori pertama muncul dari masalah pencernaan yang terjadi berupa sakit perut, sehingga menyebabkan kehilangan nafsu makan. Akibatnya, makan pun jadi lebih sedikit. Bisa pula, masalah pencernaan lainnya adalah diare, yang membuat seseorang mengalami kehilangan berat badan, karena pengurangan cairan. 

Namun, yang perlu Anda waspadai adalah efek samping masalah pencernaan ini sifatnya sementara dan akan hilang dalam beberapa minggu. Jika Anda kehilangan berat badan dengan bantuan obat metformin, maka besar kemungkinannya Anda terus mengalami penurunan berat badan setelahnya. Artinya, Anda akan sulit mencapai berat badan yang sehat dan ideal.

Selain itu, berat badan Anda mungkin hanya akan turun pada saat minum obat metformin saja. Artinya, jika Anda berhenti mengonsumsi obat ini, kemungkinan besar Anda akan kembali pada berat badan semula, sehingga dapat membuat Anda ketergantungan.

Apakah obat metformin efektif untuk penurunan berat badan?

Jawabannya adalah tidak. Mengapa? Sebab, telah ada penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penurunan berat badan dengan obat metformin dalam jangka panjang tidak terlalu signifikan hasilnya dan tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang sehat. Artinya, penurunan berat badan yang dihasilkan obat ini tidak membuat perbedaan yang cukup besar untuk Anda yang memiliki kelebihan berat badan dan perlu menurunkannya 30 pon atau lebih, misalnya.

Bila dipertimbangkan lebih mendalam lagi, dapat Anda lihat bahwa lebih baik menurunkan berat badan dengan penerapan pola makan dan gaya hidup yang sehat dibandingkan dengan obat-obatan, termasuk obat metformin. Selain berat badan turun, tubuh Anda pun akan menerima manfaat kesehatan lainnya, seperti terhindar dari penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa obat metformin adalah obat untuk mengobati atau mencegah risiko terkena diabetes, termasuk pada orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan. Namun, bukan berarti obat metformin bertujuan untuk menurunkan berat badan. Hal yang terbaik adalah menurunkan berat badan dengan cara yang sehat, yaitu menerapkan pola makan bergizi seimbang, rajin olahraga, cukup tidur dan beristirahat, serta tidak stres.

More

Mengenal Program Prolanis dari BPJS Kesehatan

Prolanis adalah program pengelolaan penyakit kronis bentukan BPJS Kesehatan

Prolanis adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. Program ini dibuat untuk menangani penyakit-penyakit kronis di Indonesia. Pasalnya, penyakit-penyakit kronis menempati urutan atas penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Sehingga, proses penanganan penyakit tersebut perlu dilakukan dengan baik. Dengan kerjasama yang baik antara peserta, BPJS Kesehatan, dan Fasilitas Kesehatan, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para pengidap penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Prolanis adalah program untuk meningkatkan kualitas hidup para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari BPJS Kesehatan, yang mengidap penyakit kronis dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien. Dalam pelaksanaan Prolanis, selain peserta, peran fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan juga sama pentingnya.

Penyakit kronis yang menjadi fokus pada Prolanis adalah diabetes tipe 2 dan hipertensi. Sebab, jumlah pengidap kedua penyakit tersebut memang sangat banyak di Indonesia.Kegiatan Prolanis ini mencakup upaya-upaya pencegahan komplikasi berlanjut dan peningkatan kesehatan masyarakat, yang meliputi kegiatan konsultasi medis, klub prolanis, home-visit, dan skrining kesehatan.

Mengutip panduan praktis Prolanis yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan, tujuan program ini adalah untuk mendorong peserta BPJS Kesehatan yang mengidap penyakit kronis agar memiliki kualitas hidup yang lebih baik.Kualitas hidup ini bisa dilihat dari hasil pemeriksaan di fasilitas kesehatan pertama. Dengan adanya Prolanis, diharapkan setidaknya 75% pengidap penyakit kronis terutama diabetes tipe 2 dan hipertensi yang sudah diperiksa, memiliki kondisi kesehatan yang baik.Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, maka risiko terjadinya komplikasi pun bisa menurun.

Cara menjadi peserta Prolanis

Anda harus mengisi formulir data dari BPJS Kesehatan untuk menjadi peserta Prolanis. Jika dianggap memenuhi persyaratan, maka petugas akan melakukan tindak lanjut.Peserta Prolanis yang sudah terdaftar nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama. Pemeriksaan tersebut mencakup:

  • Gula darah puasa (GDP)
  • Gula darah 2 jam setelah makan (GDPP)
  • Tekanan darah
  • Indeks mas
  • HbA1C

Setelah semua pemeriksaan dan tahap-tahap administrasi selesai dilakukan, maka peserta sudah berhak menerima manfaat dari program ini.

Langkah pelaksanaan Prolanis

Pelaksanaan Prolanis bisa dilihat melalui program-program yang dilaksanakan oleh Puskesmas. Bahkan, untuk menambah motivasi, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan kepada fasilitas kesehatan tingkat I yang bisa dengan baik menjalani Prolanis di daerahnya. Beberapa langkah dan acara yang diselenggarakan Puskesmas untuk meningkatkan kualitas hidup para pengidap penyakit kronis antara lain:

  • Mengadakan pemeriksaan laboratorium rutin bagi para peserta JKN
  • Penyuluhan seputar penyakit
  • Senam sehat bersama
  • Gerak jalan

Tidak hanya program yang mendukung kesehatan fisik, acara yang dapat meningkatkan kesehatan mental seperti piknik dan outbound juga diselenggarakan untuk membuat peserta merasa lebih rileks dan senang. Cara-cara ini diharapkan bisa membantu mencegah terjadinya komplikasi diabetes dan tekanan darah tinggi, yang dapat berbahaya bagi kesehatan. 

Peserta Prolanis akan mendapatkan jadwal konsultasi teratur bersama dokter dengan jadwal yang bisa diatur sesuai kesepakatan peserta dan fasilitas kesehatan terpilih. Peserta juga bisa masuk dalam kelompok atau klub Prolanis yang memberikan penyuluhan serta berbagai pengetahuan. Jadi, peserta dapat menjaga kondisi kesehatannya dengan baik.

More

Sebelum Minum Obat Maag, Pahami Gejala dan Penyebabnya

pahami gejala dan obat maag

Ketika merasa perutnya tidak enak hingga memberikan sensasi asam pada mulut, seseorang cenderung mendiagnosis dirinya sendiri terkena penyakit maag. Mengonsumsi obat maag pun kerap menjadi pilihan ketika kondisi tersebut dialami. Namun sayangnya, diagnosis maupun konsumsi obat tersebut berdasarkan keyakinannya sendiri, bukan karena hasil pemeriksaan medis. Obat maag yang dijual bebas dan dapat dibeli di mana saja menjadi salah satu pemicu seseorang dengan mudah mendiagnosis dirinya terkena penyakit maag dan meminum obat yang dianggap sesuai. 

Padahal, tak semua gejala tidak enak perut yang disertai rasa asam sampai mulut adalah penyakit maag. Dalam dunia medis, penyakit maag lebih dikenal sebagai gastroesophageal reflux. Ini merupakan kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan iritasi pada lambung dan dapat berujung pada peradangan. 

Anda baru dapat dikatakan menderita gastroesophageal reflux atau penyakit maag apabila mengalami gejala kenaikan asam lambung minimal dua kali tiap minggunya. Pada saat itulah, Anda baru bisa mengonsumsi obat maag yang sesuai anjuran dokter. Tentunya Anda perlu pula memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Pemeriksaan perlu dilakukan khususnya apabila gejala-gejala ini kerap Anda alami. 

Gejala Penyakit Maag 

 Tidak sekadar sakit perut, penyakit maag memiliki beberapa gejala yang khas dibandingkan masalah pencernaan lain. Berikut ini adalah beberapa gejala umumnya. 

  • Mulas dan Terbakar 

Ketika asam lambung naik, Anda akan cenderung merasa mulas. Rasa mulas diikuti dengan rasa terbakar di dalam perut. Jika dibiarkan, rasa mulas tersebut lama-kelamaan akan naik sampai ke bagian dada dan menimbulkan ketidaknyamanan yang lebih parah. 

  • Pahit di Mulut 

Mulut akan terasa pahit karena asam yang naik kembali dari lambung ke kerongkongan. Rasa pahit juga bisa terasa sampai ke hidung Anda. 

  • Kembung 

Para penderita penyakit asam lambung akan mudah mengalami kembung tanpa sebab. 

  • Cegukan 

Cegukan kerap dialami ketika tubuh kekurangan cairan. Namun ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan, Anda akan kerap mengalami cegukan juga. 

  • Bersendawa 

Gejala penyakit maag lainnya adalah penderitanya akan sering bersendawa. Tidak hanya sehabis makan banyak, sendawa pada penderita penyakit maag juga akan sering muncul bahkan ketika ia sedang tidak melakukan aktivitas apapun. 

  • Kotoran Hitam 

Asam lambung yang berlebihan akan membuat iritasi dan peradangan pada lambung. Kondisi ini berpengaruh pada warna feses yang Anda keluarkan. Orang dengan penyakit maag cenderung mengeluarkan feses berwarna hitam. Jika penyakit maagnya sudah parah, besar kemungkinan fesesnya akan mengeluarkan darah. 

  • Suara Serak 

Asam lambung dapat naik hingga ke tenggorokan dan memengaruhi kualitas produksi suara Anda. Orang yang mengalami penyakit asam lambung cenderung memiliki suara serak dengan kondisi batuk yang menahun. 

Pemicu Penyakit Asam Lambung 

Penyakit asam lambung biasa dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak teratur dan sembarangan. Namun selain itu, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat menjebak Anda dalam kondisi penyakit ini. 

  • Obesitas 

Berat tubuh yang tidak ideal dan cenderung memiliki berat berlebih membuat bagian atas perut mengembung. Kondisi ini memudahkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan tiap kali seseorang habis mengonsumsi makanan atau minuman. 

  • Porsi Makan Berlebih 

Kapasitas lambung bukannya tanpa batas. Ketika Anda terbiasa menyantap makanan berlebih, lambung akan merasa terlalu penuh dan mengembalikan sebagian makanan lewat asam yang dinaikkan kembali ke kerongkongan. 

  • Makan Terlalu Malam 

kerja lambung akan melemah melewati pukul 7 malam. Ketika Anda memutuskan menyantap makanan pada jam di atas tersebut, Anda pun akan mudah mengalami kenaikan asam lambung. 

  • Diet Ketat 

Mungkin Anda berniat mencapai berat badan ideal dengan berdiet ketat dan sangat membatasi asupan makanan yang masuk. Namun karena tidak ada makanan yang masuk ke lambung untuk diolah, organ tubuh ini justru mengolah asamnya sendiri sehingga memicu kenaikan asam lambung. 

  • Kehamilan 

Perempuan yang tengah hamil cenderung mengalami kenaikan asam lambung dikarenakan bagian perut atas yang menggembung. 

  • Konsumsi Obat 

Kerap mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mengandung kadar asam tinggi, seperti aspirin, menimbulkan risiko penyakit asam lambung yang cukup besar. 

***

Jika sadar bahwa Anda kerap melakukan kegiatan yang berisiko menimbulkan penyakit asam lambung dan gejala-gejalanya sudah mulai terasa, sudah saatnya Anda berkonsultasi ke dokter. Dari pemeriksaan jika memang benar menderita penyakit tersebut, Anda akan diresepkan obat maag yang sesuai. Mengonsumsi obat maag sembarangan justru bisa berakibat pada kerusakan ginjal.

More

Harapan Hidup bagi Para Pengidap Fabry Disease

Penyakit Fabry, Cacat Genetik Turunan yang Mematikan

Enzim adalah sebuah senyawa kimia yang berfungsi sebagai pembantu mekanisme tubuh manusia. Varian, termasuk tiap-tiap jumlahnya harus sesuai betul. Kelebihan atau kekurangan berpotensi membuat ketidakseimbangan di dalam tubuh. Masalahnya, ada kondisi medis yang kontraproduktif terhadap kebutuhan tubuh akan enzim. Kondisi tersebut populer dengan nama fabry disease.

Secara sekilas fabry disease dapat dipahami sebagai kondisi di mana terjadi mutasi genetik sehingga seseorang tidak dapat memproduksi enzim tertentu di dalam tubuhnya. Kondisi ini masuk ke dalam kategori penyakit keturunan langka dan memiliki potensi mematikan. 

Dari sanalah muncul narasi mengenai seberapa besar angka harapan hidup bagi para penderita fabry disease. Penjelasan lebih lanjut mengenai ini akan dibahas dalam artikel ini.

  • Seberapa Besar Angka Harapan Hidup Penderita?

Penderita fabry disease rata-rata tidak memiliki angka harapan hidup seperti orang normal tanpa kondisi tersebut. Akan tetapi saat ini dunia medis tengah terus berusaha untuk meningkatkan angka harapan hidup tersebut. Dari sana muncul alasan yang cukup kuat bahwa di masa depan, fabry disease tidak akan terlalu berpengaruh pada harapan hidup para pengidapnya.

Data yang diterbitkan dari asosiasi penyakit ini menunjukkan bahwa pengidap fabry disease yang berjenis kelamin pria bisa hidup dengan usia rata-rata sekitar 58 tahun, sementara berdasarkan populasi umum di Amerika Serikat, orang normal bisa hidup sekitar 75 tahun. 

Sedangkan wanita dengan fabry disease memiliki angka harapan hidup rata-rata sekitar 75 tahun. Lebih sedikit lima tahun dibandingkan dengan para wanita yang tidak mengalami fabry disease (80 tahun).

  • Kondisi Eksternal Percepat Kematian

Kematian yang melibatkan penderita fabry disease biasanya selalu diikuti dengan kondisi medis lain sebagai pemicunya. Ada dua studi besar tentang harapan hidup pada kasus fabry disease.

Sebuah studi yang  dilakukan pada tahun 2009, menggunakan data dari asosiasi penyakit ini, menemukan bahwa penyakit kardiovaskular adalah penyebab kematian paling umum pada pasien fabry disease, diikuti oleh kasus serebrovaskular, seperti stroke.

Penyakit ginjal juga merupakan komplikasi yang serius dan umum dari fabry disease, meskipun kecil kemungkinannya menyebabkan kematian karena biasanya kondisi ini dapat diatasi dengan cuci darah atau transplantasi ginjal. 

Penyakit ginjal dapat menjadi penyebab dan konsekuensi dari penyakit kardiovaskular, sehingga kedua komplikasi ini sulit untuk diuraikan. Studi ini juga menemukan bahwa, rata-rata pasien yang tidak tertolong terjadi karena keterlambatan diagnosis dan pengobatan. Mereka yang tak mampu menggapai angka harapan hidup baru mendapat pertolongan ketika penyakit tersebut telah berkembang pesat.

Studi kedua pada prognosis penyakit dan kehidupan penderita fabry disease menggunakan data dari survei dan terfokus pada berbagai jenis penyakit. Penyakit Fabry memiliki dua bentuk. 

Bentuk klasik dimulai pada masa kanak-kanak atau remaja dan ditandai dengan produksi enzim alfa-glukosidase A yang sangat rendah. Pasien dengan bentuk penyakit lain yang muncul terlambat ditangani lantaran tidak menunjukkan gejala apa pun sampai di kemudian hari.

Pasien dengan varian ginjal biasanya mulai menunjukkan gejala sekitar usia 25 dan menunjukkan sebagian besar gejala yang berhubungan dengan ginjal, sedangkan pasien dengan varian jantung mengalami masalah jantung dan seringkali tidak menunjukkan gejala sampai akhir hidupnya atau sekitar usia 60. Harapan hidup dan penyebabnya kematian berbeda di antara varian yang berbeda ini.

  • Memperpanjang Angka Harapan Hidup Penderita

Seperti yang sudah disinggung di atas, faktor yang mempengaruhi angka harapan hidup penderita fabry disease beragam. Tidak semua kasus akan berakhir sama. Faktor genetika seseorang menjadi faktor terpenting, selain tentunya usia, diagnosis, dan perawatan yang diterima para penderita.

Dengan demikian dapat dimengerti bahwa pemahaman akan kondisi fabry disease dapat memperpanjang hidup pasien. Itu termasuk dengan fakta bahwa diagnosis secara dini dapat berdampak besar pada harapan hidup karena memungkinkan pasien untuk dirawat sebelum mereka mengembangkan penyakit ginjal atau kardiovaskular yang parah dan memicu kematian.

More

Waspada Jamur Candida Auris Yang Berbahaya

Jamur Candida auris merupakan salah satu jenis jamur yang dapat menyebabkan infeksi parah atau fatal pada manusia. Beberapa strain jamur ini telah mengembangkan resistensi terhadap beberapa jenis perawatan, membuat jamur ini menjadi ancaman kesehatan yang sangat penting. Wabah strain yang resisten biasanya terjadi di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain. Selain itu, gejala infeksi jamur Candida auris juga tidak selamanya mudah untuk diidentifikasi. Dengan tes laboratorium menjadi satu-satunya cara terbaik untuk mendiagnosa penyakit yang disebabkan oleh jamur ini.

Siapa saja yang berisiko terserang jamur ini?

Jamur Candida auris meruapkan salah satu jenis jamur Candida yang dapat menular ke manusia. Peneliti menemukan jamur ini di Jepang pada tahun 2009 saat mereka berhasil mengisolasinya dari saluran telinga yang terinfeksi. Nama “auris” berhasal dari bahasa Latin yang berarti telinga. Namun, infeksi ini tidak hanya dapat menyerang bagian telinga saja tetapi juga bagian tubuh lain.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa orang-orang yang telah memiliki masalah medis tertentu atau membutuhkan kunjungan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain yang rutin lebih rentan untuk terkena jamur Candida auris. Selain itu, mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, baik karena disebabkan oleh kondisi medis tertentu atau perawatan kesehatan, juga lebih rentan tertular Candida auris. Orang-orang yang menjalani prosedur atau perawatan seperti menggunakan banyak antibiotik, tabung pernapasan, kateter di usus atau pembuluh darah, dan tabung makanan memiliki risiko yang lebih tinggi.

Menurut sebuah tinjauan medis pada tahun 2017, orang-orang yang memiliki jamur Candida auris invasif telah mendapatkan agen antimikroba spektrum luas sebelum terjangking infeksi. Perlu diingat bahwa hal ini bukan berarti agen antimikroba menyebabkan infeksi. Namun, agen antikroba dapat membunuh semua mikroba di tubuh dan menyebabkan jamur Candida auris untuk memegang kendali. Sementara itu, orang-orang yang sehat biasanya tidak mendapatkan infeksi Candida auris.

Gejala dan penyebarannya

Dokter biasanya kesulitan dalam mengindentifikasi infeksi Candida auris karena kondisi ini umum terjadi pada orang-orang yang sudah sakit. Gejala infeksi dapat berbeda-beda, tergantung pada di mana jamur Candida auris tersebut berada di dalam tubuh. Jamur ini dapat berkembang di banyak tempat, termasuk luka yang terbuka, aliran darah, dan telinga. Gejala yang umum terjadi adalah demam dan tubuh yang menggigil yang tidak hilang-hilang meskipun telah mendapatkan perawatan, seperti telah meminum antibiotik untuk infeksi bakteri yang dicurigai. Konsultasi dengan dokter apabila Anda menderita beberapa gejala tersebut. Dokter akan melakukan diagnosa untuk kemudian diikuti dengan perawatan yang cocok dengan kondisi Anda.

Satu-satunya cara untuk mendiagnosa infeksi Candida auris adalah dengan melakukan tes laboratorium khusus yang dapat mengidentifikasi jamur ini. Diagnosa awal infeksi Candida auris sangat penting karena infeksi dapat menyebar dengan sangat cepat ke seluruh tubuh dan aliran darah serta menyebabkan gejala yang parah dan mengancam nyawa.

Biasanya, jamur Candida auris dapat menyebar dengan mudah di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya melalui kontak langsung terhadap permukaan atau alat-alat yang terkontaminasi. Akan tetapi, jamur ini juga dapat menular dari satu orang ke orang lain lewat sel-sel kulit. Untuk membatasi penyebaran jamur Candida auris, kebersihan dan terus menjaga sanitasi agar tetap higienis sangat krusial. Namun, penelitian yang masih terus dilakukan mencoba menginvestigasi bagaimana dan mengapa jamur Candida auris dapat menyebar.

More

Jenis-jenis Kateter Urine dan Cara Aman Pemasangannya

Kateter urine adalah alat medis yang diperlukan pasien dengan masalah di saluran kemih atau kandung kemih. Wujudnya berupa selang dan kantung yang berisi cairan air kencing. Biasanya diletakkan di bagian samping rumah sakit dan saling terhubung dengan pasien yang ada di atas kasur.

kateter urine

Pemasangan kateter urine atau disebut kateterisasi, dilakukan untuk memudahkan pasien yang menderita penyakit tertentu agar lebih mudah buang air kecil. Cara kerjanya, alat berupa selang tipis dimasukkan ke dalam saluran kencing. Kondisi ini tentu saja tidak nyaman penggunanya.

Secara umum, penggunaan kateter hanya sementara hingga pasien mampu buang air kecil sendiri. Agar tidak infeksi, maka kateter ini harus terus diganti dalam jangka waktu tertentu.

Kateter urine seringnya digunakan saat kondisi  kandung kemih tidak mampu mengeluarkan urine atau tidak mampu mengendalikan kandung kemih. Selain itu, kateter urine biasanya digunakan oleh orang yang sedang dalam prosedur medis seperti dalam proses persalinan, operasi caesar, perawatan intensif, proses pengosongan kandung kemih, hingga kondisi saat pemberian obat langsung ke dalam kandung kemih.

Jenis-jenis Kateter Urine

Sebenarnya kateter urine memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk mengeluarkan urine yang sudah terkumpul di kandung kemih. Meski begitu, ada beberapa jenis kateter urine seperti berikut ini:

  1. Intermittent catheter

Intermittent catheter merupakan jenis kateter yang biasanya digunakan untuk pasien pascaoperasi. Biasanya intermittent catheter ini digunakan hanya sementara waktu saja.

Kateter ini dipasang melalui uretra hingga kandung kemih. Lalu, urine dari kandung kemih akan keluar menuju kantong penampung urine. Jika kandung kemih sudah kosong, maka kateter dilepas dan kembali akan dipasang jika urine sudah harus dikeluarkan lagi.

  • Indwelling catheter

Kateter jenis yang satu ini dipasang di dalam kandung kemih. Indwelling catheter bisa dipasang dengan dua cara. Pertama, melalui uretra hingga kandung kemih. Cara yang kedua yaitu dengan memasukkan selang kateter melalui lubang kecil yang sudah dibuat terlebih dahulu di bagian perut. Jenis pemasangan dengan cara yang kedua ini disebut kateter suprapubic.

Pada jenis Indwelling catheter ini, ada balon kecil yang fungsinya untuk mencegah kateter bergeser dan keluar dari tubuh. Jika kateter sudah selesai digunakan, maka akan dikempiskan dan dikeluarkan.

Kateter ini bisa digunakan dalam jangka waktu sementara atau lama. Bagi sebagian pasien akan lebih merasa nyaman menggunakan kateter jenis ini karena tidak perlu dipasang berulang. Hanya saja berisiko menyebabkan infeksi.

  • Condom catheter

Jenis kateter urine yang berupa kondom ini biasanya dipasang di bagian luar penis sama seperti kondom. Fungsinya untuk mengalirkan urine ke kantong yang disediakan.

Jenis kondom kateter ini harus diganti setiap hari agar tidak menyebabkan infeksi. Pengguna kateter ini tidak harus mengalami retensi urine namun punya penyakit atau masalah kesehatan mental seperti demensia.

Jenis kateter yang digunakan akan bergantung pada kondisi kesehatan dari pasien yang akan ditentukan oleh dokter atau perawat.

Cara Memasang Kateter Urine yang Aman

Proses pemasangan kateter urine sebaiknya memang dilakukan oleh perawat atau dokter. Berikut proses pemasangan kateter urine jenis intermittent catheter dan indwelling catheter yang aman:

  1. Pertama, dokter dan perawat membuka dan membersihkan peralatan dan alat kelamin pasien.
  2. Lalu, alat kelamin akan dioleskan krim anestesi agar mati rasa, sehingga proses pemasangan kateter tidak terasa.
  3. Agar selang kateter urine mudah dimasukkan ke dalam uretra, maka perlu diberikan cairan lubrikasi terlebih dahulu
  4. Selang kateter akan dimasukkan ke dalam saluran uretra oleh petugas medis hingga mencapai leher kandung kemih
  5. Proses selesai. Pasien sudah bisa buang urine melalui selang kateter.

Pada pemasakan kateter urine jenis Indwelling catheter dengan cara suprapubic, biasanya dilakukan dengan memberikan pasien anestesi umum agar tidak merasa kesakitan. Hanya saja jenis kateter yang satu ini harus diganti setidaknya setiap 6-8 minggu sekali.

More

Waspada, Pria Juga Rentan Terserang Uretritis!

Uretritis adalah istilah medis untuk menjelaskan kondisi di mana uretra, atau saluran yang dilewati urine dari kandung kemih keluar tubuh, mengalami peradangan

Alat kelamin manusia banyak memiliki kemungkinan atau risiko terjadinya masalah. Biasanya dikelompokkan ke dalam infeksi menular seksual (IMS) dan infeksi saluran kencing atau biasa disingkat ISK. Salah satu gangguan kesehatan yang bisa dikelompokkan ke dalam dua golongan tersebut adalah uretritis.

Uretritis adalah istilah medis untuk menjelaskan kondisi di mana uretra, atau saluran yang dilewati urine dari kandung kemih keluar tubuh, mengalami peradangan. Siapa pun bisa mengalami kondisi ini, meski wanita cenderung lebih berisiko daripada pria. Namun, ada baiknya para pria juga harus mewaspadai kondisi ini.

Wanita lebih berisiko ketimbang pria lantaran kaum hawa memiliki uretra yang lebih pendek dari yang terdapat di dalam tubuh pria. Kondisi itu memungkinkan bakteri penyebab uretritis lebih mudah masuk dan menginfeksi uretra.

Peradangan di uretra biasanya akan membuat alat kelamin menjadi bengkak dan iritasi. Ketika kondisi itu sudah terjadi, si penderita akan mengalami keluhan pada setiap aktivitas yang melibatkan alat kelaminnya. Uretritis umumnya menyerang manusia yang tengah aktif secara seksual, yakni di rentang usia 20 hingga 35 tahun.

  • Apa yang Terjadi pada Alat Kelamin Pria saat Terserang Uretritis?

Hampir pasti pria akan merasakan sensasi terbakar dan nyeri saat buang air kecil saat uretra mereka terserang uretritis. Selain itu, uretritis juga kerap membuat penis terasa gatal, nyeri tekan, hingga pembengkakan.

Kondisi tersebut jelas akan terasa dan mengganggu aktivitas seksual. Tidak sedikit pula uretritis akan menyebabkan urine dan sperma bercampur dengan darah. Segera cari pertolongan medis saat gejalanya telah merembet ke mana-mana. 

Pasalnya, uretritis sederhana tidak menyebabkan demam atau penyakit parah. Jika penyakit menyebar ke organ lain di saluran kelamin atau saluran kemih atau masuk ke aliran darah, indikasinya adalah sebagai berikut:

  • Sakit punggung
  • Sakit perut
  • Demam tinggi
  • Mual
  • Muntah
  • Sendi bengkak dan gejala penyakit lainnya di seluruh tubuh

Beberapa infeksi mungkin juga terkait dengan discharge (cairan) yang keluar dari penis. Ulkus yang menyakitkan pada alat kelamin dapat hadir dengan herpes uretritis, infeksi menular seksual (IMS) lainnya.

  • Ubah Kebiasaan agar Para Pria Terhindar dari Uretritis

Secara umum uretritis disebabkan oleh kuman yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS) atau kuman yang menyebabkan infeksi saluran kencing. Kedua jasad renik yang menginfeksi tersebut biasanya akan menimbulkan gejala dan kondisi yang serupa.

Bakteri atau kuman penyebab uretritis akan mudah masuk dan menginfeksi sejurus dengan aktivitas seksual yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, untuk dapat menghindari uretritis, seseorang harus pandai-pandai memilah dan memilih kebiasaan yang aman.

Beberapa kebiasaan yang dapat meminimalisir risiko terkena uretritis sebagai berikut:

  • Selalu gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual. Sebab, banyak bakteri penyebab uretritis dapat berpindah dari satu orang ke orang yang lainnya melalui hubungan seksual.
  • Berhubungan seksual hanya dengan satu pasangan
  • Tidak bersanggama atau masturbasi secara kuat
  • Menjaga kesehatan saluran kemih 
  • Menjalani pemeriksaan saluran kemih secara rutin
  • Mengurangi konsumsi makanan-makanan yang asam, untuk menghindari iritasi uretra
  • Memperbanyak asupan cairan 
  • Segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seksual
  • Sebisa mungkin hindari sabun, lotion, dan cologne, gel, atau bahan kimia lain yang digunakan untuk alat bantu seksual.

Apabila gejala yang terjadi pada organ reproduksi terjadi secara sporadis, atau pada saat-saat tertentu saja dan mudah hilang, sebaiknya para pria cukup mengganti pola kebiasaan mereka. Namun, sebaliknya, jika uretritis yang dirasakan sudah semakin mengkhawatirkan, segera datangi fasilitas kesehatan agar terhindar dari segala kemungkinan terburuk.

More