Category Kulit dan Kecantikan

Kenapa Perlu untuk Cuci Helm

Helm dimaksudkan untuk dipakai setiap saat dan cenderung menjadi agak kotor dari waktu ke waktu karena keringat, debu, dan penggunaan umum. Oleh karena itu, memelihara dan cuci helm merupakan hal yang cukup penting. 

Selain sepeda motor itu sendiri, helm merupakan peralatan paling mahal untuk waktu Anda dengan sepeda motor. Keduanya benar-benar penting untuk satu sama lain. Helm dimaksudkan untuk digunakan, sepanjang waktu, saat hujan, panas, dan lain-lain. Helm memiliki pekerjaan paling penting, yaitu melindungi tengkorak Anda dan isinya dan terus-menerus ditumbuk oleh kerasnya jalan.  

Mengetahui cara membersihkan, merawat dan mencuci helm sepeda motor Anda tidak hanya akan membuat Anda tidak mengelilingi wajah Anda dengan lapisan interior lembab, tetapi juga akan bekerja untuk memperpanjang masa pemakaian helm Anda.

Banyak orang mencuci helm mereka dengan cara yang salah atau menggunakan produk yang salah, dan pada akhirnya menjadikan lebih banyak kerusakan daripada perawatan. Berikut tips yang bisa dilakukan saat cuci helm:

  • Gunakan sabun ringan saat membersihkan liner, seperti sampo bayi atau deterjen ringan
  • Gunakan handuk yang direndam dalam air hangat untuk merendam dan melonggarkan sari serangga selama beberapa menit sebelum menyeka helm
  • Gunakan handuk microfiber yang lembut dan anti gores untuk mencuci helm Anda
  • Biarkan busa melakukan pekerjaan;  gunakan tekanan minimum absolut saat membersihkan visor dan bagian mengkilap untuk mencegah goresan
  • Gunakan cat otomotif pada kulit helm gloss (seperti Plexus atau Honda Polish)
  • Gunakan penyeka kapas untuk membersihkan ventilasi dan sambungan
  • Keringkan helm dan liner Anda, percepat dengan kipas jika memungkinkan. 
  • Lindungi helm Anda dengan lapisan lilin otomotif, agar bercak air, sari serangga, dan kotoran tidak lengket
  • Lumasi bagian yang bergerak dari helm Anda, seperti engsel visor, dengan pelumas berbasis silikon.

Setelah memakai helm seharian, memasukkan helm Anda ke dalam tas akan mencegah keringat menguap dan membuat bau menjadi lebih buruk. Selalu biarkan helm Anda di ruang terbuka setelah pemakaian, untuk menghindari kelembaban yang tidak diinginkan.

Selain lebih nyaman untuk dipakai, helm yang bersih akan menjauhkan Anda dari gangguan yang tidak diinginkan. Ingat untuk cuci helm Anda secara konsisten, karena pemakaian helm yang sering membuat keringat dan kotoran dapat menempel di permukaan helm Anda.

More

Amankah Membuat Hand Sanitizer Sendiri?

Hand Sanitizer menjadi salah satu hal penting dan wajib dimiliki setiap orang di tengah pandemi virus corona ini, namun karena banyak yang menggunakan persediaannya pun semakin menipis. Hal ini memaksa banyak orang untuk membuat hand sanitizer buatan sendiri, namun demikian kondisi ini justru menimbulkan pertanyaan apakah produk buatan sendiri ini aman digunakan.

Kebersihan yang harus terus terjaga setiap saat pandemi virus corona membuat banyak orang menggunakan produk-produk pembersih tangan. Bahkan hal itu membuat produk pembersih tangan yang dijual di pasaran semakin menipis persediaannya, karena inilah banyak pihak mulai dari kalangan akademisi hingga masyarakat biasa berlomba dalam membuat pembersih tangan buatan.

Keamanan Hand Sanitizer Buatan Sendiri

Hand Sanitezer buatan ini biasanya menggunakan bahan dasar alkohol dan aloe vera gel atau juga dikenal dengan lidah buaya. Terdapat beberapa alasan mengapa banyak orang diharuskan untuk membuat pembersih tangan secara mandiri di masa pandemi virus corona ini. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) bahkan merekomendasikan jika tidak memiliki sabun dan air.

Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat juga membeberkan bahwa orang yang membuat hand sanitizer secara mandiri juga merekomendasikan agar menggunakan hal tersebut hanya ketika tidak memiliki akses sabun dan air. Karena informasi yang kurang tepat dalam pembuatan produk ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri.

Para ahli juga menyebut membuat hand sanitizer secara mandiri lebih sulit ketimbang dari yang terlihat. Ketika konsentrasi tidak benar, produk buatan itu akan berakhir dengan sesuatu yang tidak efektif, seperti terlalu keras dan hanya melakukan pemborosan pada bahan yang digunakan, tentunya harus berpikir dengan matang sebelum membuat.

Kunci dalam pembuatan pembersih tangan secara mandiri ini terdapat pada rasio bahan yang tepat, CDC menyarankan untuk menggunakan pembersih tangan dengan kandungan alkohol setidaknya 60 persen seperti pembersih tangan pada umumnya. WHO memiliki pedoman untuk membuat hand sanitizer tetapi resep ini hanya untuk petugas medis professional.

Beberapa bahan untuk pembersih tangan ini adalah alkohol terdenaturasi bisa seperti isopropyl alkohol, gliserol, hydrogen peroksida dan air streil. Pada resep tersebut juga sama sekali tidak merekomendasikan penggunaan beberapa bahan tertentu seperti pewarna, minyak esensial hingga wewangian lain.

Sementara itu FDA merilis pedoman sementara untuk apoteker dan produsen lain pada 20 Maret 2020 untuk pembersih tangan. Rekomendasi yang diberikan adalah, para produsen harus menggunakan bahan-bahan tingkat farmasi. Kemudian untuk menguji kadar alkohol dalam produk akhir dan memberi label formula yang sudah jadi.

Selain itu, FDA juga mencatat bahwa mengetahui laporan beberapa konsumen memproduksi pembersih tangan untuk keperluan pribadi. Organisasi tidak memiliki informasi mengenai metode yang dipakai untuk menyiapkan produk dan apakah mereka aman untuk digunakan pada kulit manusia.

Healthline pada salah satu artikelnya menyebutkan resep pembersih tangan ada hanya digunakan untuk para professional. Tentunya professional yang telah memiliki keahlian dan sumber daya yang diperlukan, hal ini memastikan agar pembuatan aman dan manfaat yang diberikan tepat yakni benar-benar sebagai pembersih tangan.

Meski demikian, mencuci tangan dikatakan lebih baik guna melindungi diri dari penyakit, termasuk coronavirus. Ketimbang harus membuat hand sanitizer buatan sendiri lebih baik cuci tangan dengan menggunakan sabun dan air, lakukan setiap hari selama 20 detik berkali-kali setiap hari. Termasuk setelah menggunakan kamar mandi, sebelum dan sesudah makan dan masih banyak lainnya.

More

Cara Menghilangkan Daki yang Aman untuk Stratum Korneum

Tahukah Anda bahwa tak perlu pusing mencari cara menghilangkan daki. Pada umumnya daki akan terlepas sedikit demi sedikit dalam kurun waktu 4 minggu? Daki sendiri adalah bagian dari kulit yaitu stratum korneum dan biasa muncul di area lipatan manapun pada tubuh Anda. Sebelum terlepas menjadi daki, ternyata stratum korneum mempunyai fungsi penting pada kulit.

Stratum korneum adalah lapisan luar kulit (epidermis) yang berfungsi sebagai penghalang utama antara tubuh dan lingkungan. Lapisan stratum korneum di kulit Anda ada untuk melindungi lapisan dalam kulit. Sebagian besar area stratum korneum memiliki sekitar 20 lapisan sel.

Kulit Anda adalah sistem organ terbesar di tubuh Anda. Fungsi paling penting dari kulit adalah untuk melindungi tubuh dari hal-hal di lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan.

Kulit sendiri membantu Anda untuk:

  • Menjaga suhu tubuh Anda untuk tetap di tingkatan yang sehat
  • Mencegah kehilangan dan penyerapan air

Terkadang stratum korneum digambarkan sebagai dinding bata. Corneocytes yang membentuk amplop sel adalah lapisan, seperti batu bata, yang disatukan oleh lipid, yang menciptakan penghalang air luar kulit Anda.

Jika semuanya bekerja dengan baik di stratum korneum, lapisan kulit akan membantu melindungi Anda terhadap:

  • dehidrasi
  • racun
  • bakteri

Dan pada saat yang bersamaan, melindungi lapisan kulit di bawahnya.

Tapi tahukah Anda, bahwa beberapa produk yang Anda gunakan untuk membersihkan tubuh Anda dapat membahayakan stratum korneum.

Surfaktan, seperti sabun tangan, akan berikatan dengan protein di kulit dan memungkinkan hilangnya air melalui kulit dan melemahkan penghalang yang dibuat stratum korneum.

Lalu bagaimana cara menghilangkan daki yang tepat agar stratum korneum Anda tetap terjaga?

Berikut cara menghilangkan daki yang aman:

1. Menggunakan scrub mandi untuk mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang menempel di kulit.

2. Memakai krim pelembab atau lotion kulit untuk membantu melembabkan kulit setelah mandi dan dioleskan saat kulit masih basah.

3. Mengoleskan tabir surya pada kulit setiap hari, termasuk pada area lipatan pada tubuh Anda serta area lain yang mungkin terkena sinar matahari seperti wajah, tangan dan kaki. Selain itu, melakukan rutinitas perawatan kulit juga menjadi salah satu cara menghilangkan daki serta dapat melindungi dan memelihara stratum korneum Anda. Membersihkan, melembabkan, dan menggunakan tabir surya adalah tiga kebiasaan paling penting untuk menjaga kulit tetap sehat.

More