Alasan Inkompabilitas ABO Jadi Pemicu Sakit Kuning

Merupakan sebuah kondisi yang muncul karena seseorang menerima darah berbeda dengan golongan darah yang dimilikinya disebut dengan inkompabilitas ABO. Kondisi ini memicu reaksi sistem imun, hingga menimbulkan gejala fisik seperti penyakit kuning atau ikterus, pusing hingga menyebabkan seseorang mengalami sesak napas.

Kondisi akan lebih baik jika ditangani dengan segera, namun jika tidak segera ditangani maka kondisi tersebut akan meningkatkan risiko komplikasi seperti penggumpalan darah, gagal jantung hingga menurunnya tekanan darah. Keadaan ini jarang terjad karena sebelum transfusi darah, pendonor dan penerima akan dicocokkan terlebih dahulu golongan darahnya.

Inkompabilitas ABO Pemicu Sakit Kuning

Kondisi ini disebut juga dengan rhesus bisa memicu munculnya penyakit kuning dikarenakan hancurnya sel-sel darah merah oleh sistem kekebalan tubuh diri atau juga bisa disebut dengan gangguan autoimun. Kondisi ini membuat bilirubin, pigmen berwarna kecokelatan dalam darah hingga menjadi pecah dan menyebar.

Apabila bilirubin terlalu banyak, kulit dan bagian putih mata atau sklera akan tampak menguning, kondisi inilah yang disebut sebagai penyakit kuning. Selain itu, penyakit kuning juga bisa terjadi akibat reaksi alergi transfusi, yakni sebuah kondisi ketika tubuh mengalami alergi terhadap darah yang diterima saat melakukan donor darah.

Ketika reaksi transfusi terjadi, sel-sel darah merah justru akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Kondisi ini mirip saat seseorang mendapatkan darah yang tidak sesuai, berikut ini beberapa penyebab yang menimbulkan inkompabilitas lain yang perlu diketahui, kondisi ini juga sekaligus menjadi penyebab munculnya penyakit kuning.

  • Penyakit yang menyebabkan penyumbatan di saluran empedu, seperti batu empedu, kanker pankreas, kanker empedu dan striktur bilier.
  • Kerusakan yang terjadi pada organ hati dan diakibatkan hepatitis, sirosis, mononucleois dan penyakit hati lainnya.
  • Kolesistitis, merupakan peradangan yang terjadi pada kantong empedu, selain kulit dan mata menguning, kondisi ini juga ditandai dengan rasa nyeri, mua dan muntah.
  • Penyakit turunan seperti sindrom gilbert, penyakit ini memengaruhi fungsi hati dalam memproses bilirubin.
  • Kerusakan pada sel darah merah yang diakibatkan penyakit anemia sel sabit, erytrhoblastosis fetalis dan anemia hemolitik.
  • Efek samping dari mengonsumsi obat seperti antibiotik, pil KB, diazepam, flurazepam, phenytoin dan indomethacin.

Beberapa kondisi di atas merupakan pemicu terjadinya penyakit kuning karena adanya donor darah yang kurang tepat. Jika seseorang memiliki keluhan atau gejala yang mirip dengan beberapa yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter ahli. Konsultasi diperlukan agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengobatan Inkompabilitas ABO

Apabila pasien terbukti menderita penyakit ini, dokter akan memasukkan pasien ke ruang rawat intensif atau ICU. Penanganan yang akan diberikan kepada pasien disesuaikan dengan gejala yang muncul, tujuannya untuk mencegah terjadinya gagal jantung, penggumpalan darah dan menurunkan tekanan darah.

Jika gejala yang muncul adalah ikterus, maka penanganan yang bisa dilakukan dapat dilakukan dengan pemberian imonuglobulin suntik dan phototherapy atau terapi cahaya. Terapi cahaya ini menggunaka cahaya khusus yang membuat bilirubin lebih mudah dikeluarkan tubuh baik melalui urine dan tinja.

Inkompabilitas ABO yang menimbulkan ikterus tidak semuanya membutuhkan penanganan intensif, ikterus juga dapat ditangani dengan cara yang sederhana. Misalnya makan dengan lebih banyak, dengan makan aktivitas dalam usus juga akan meningkat sehingga zat yang menyebabkan ikterus atau bilirubin juga akan semakin banyak keluar dari tubuh.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>